Headset Sudah Jadi Bagian dari Aktivitas Sehari-hari
Mendengarkan musik, menonton video, bermain game, hingga mengikuti meeting online membuat headset dan earphone menjadi perangkat yang hampir selalu digunakan.
Masalahnya, penggunaan headset terlalu lama, terutama dengan volume tinggi, dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran.
Lalu, sebenarnya kapan telinga perlu beristirahat?
Mengapa Penggunaan Headset Perlu Diperhatikan?
Telinga memiliki sel-sel rambut kecil di bagian dalam yang membantu menangkap suara. Paparan suara yang terlalu keras dan terlalu lama dapat merusak sel tersebut.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa lama headset digunakan, tetapi juga seberapa keras volumenya.
Semakin keras suara yang didengar, semakin singkat waktu yang aman untuk paparan tersebut.
Tanda Telinga Mulai Membutuhkan Istirahat
Beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan antara lain:
1. Telinga Berdenging
Setelah melepas headset, Anda merasa telinga berdenging atau berbunyi nging.
Jika hal ini sering terjadi setelah menggunakan headset, volume atau durasi penggunaannya mungkin perlu dikurangi.
2. Suara Terasa Terlalu Kecil
Jika Anda merasa harus menaikkan volume semakin tinggi agar dapat mendengar musik atau percakapan dengan jelas, sebaiknya mulai mengevaluasi kebiasaan penggunaan headset.
3. Telinga Terasa Penuh
Sensasi seperti telinga tersumbat atau penuh setelah menggunakan headset juga perlu diperhatikan, terutama jika berlangsung cukup lama.
4. Sulit Mendengar Percakapan
Jika mulai kesulitan memahami percakapan setelah terpapar suara keras, berikan telinga waktu untuk beristirahat dan pertimbangkan pemeriksaan jika keluhan berulang.
Berapa Lama Telinga Harus Beristirahat?
Tidak ada satu aturan waktu istirahat yang berlaku sama untuk semua kondisi karena risiko tergantung pada volume, durasi, dan jenis suara.
Namun, sebagai kebiasaan praktis, hindari menggunakan headset terus-menerus selama berjam-jam tanpa jeda.
Anda dapat:
- Memberikan jeda secara berkala.
- Menjaga volume tetap rendah atau sedang.
- Menghindari menaikkan volume untuk mengalahkan suara lingkungan.
- Menggunakan fitur pembatas volume jika tersedia.
- Memilih headset yang nyaman dan sesuai.
Salah satu prinsip sederhana adalah semakin keras volumenya, semakin singkat durasi penggunaannya.
Apakah Headset Noise Cancelling Lebih Aman?
Headset dengan fitur noise cancelling dapat membantu mengurangi suara dari lingkungan sekitar sehingga pengguna tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi untuk mendengar audio.
Namun, fitur tersebut bukan berarti membuat penggunaan headset dalam volume tinggi menjadi aman.
Tetap perhatikan tingkat volume dan durasi penggunaan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter THT jika mengalami:
- Telinga berdenging terus-menerus.
- Penurunan kemampuan mendengar.
- Nyeri telinga.
- Telinga terasa tersumbat dalam waktu lama.
- Pusing atau gangguan keseimbangan.
- Kesulitan memahami percakapan.
Jika kehilangan pendengaran terjadi secara tiba-tiba, terutama pada satu telinga, segera cari pertolongan medis.
Kesimpulan
Headset tidak harus dihindari, tetapi penggunaannya perlu dilakukan secara bijak. Mengatur volume, membatasi durasi, dan memberikan jeda dapat membantu menjaga kesehatan pendengaran.
Bagi Gen Z yang sering menggunakan headset untuk musik, gaming, belajar, atau bekerja, jangan menunggu telinga berdenging untuk mulai mengurangi volume. Berikan telinga waktu istirahat sebelum muncul masalah.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








