Kabut asap dapat membuat kualitas udara menurun dan meningkatkan paparan tubuh terhadap berbagai partikel serta polutan. Bagi orang yang tetap harus bekerja, bepergian, atau beraktivitas di luar rumah, paparan tersebut bisa sulit dihindari sepenuhnya.
Tubuh sebenarnya dapat memberikan sejumlah tanda ketika mulai mengalami iritasi akibat kualitas udara yang buruk. Mengenali tanda-tanda tersebut penting agar seseorang dapat segera mengurangi paparan dan mengambil langkah yang tepat.
Lantas, apa saja tanda tubuh mulai terdampak kabut asap?
1. Tenggorokan Terasa Gatal atau Kering
Salah satu keluhan yang dapat muncul adalah tenggorokan terasa kering, gatal, atau seperti mengganjal.
Partikel dan polutan yang terhirup dapat mengiritasi lapisan saluran pernapasan. Akibatnya, tenggorokan menjadi tidak nyaman dan terkadang disertai batuk.
Jika keluhan muncul setelah cukup lama berada di luar ruangan, cobalah berpindah ke tempat dengan udara yang lebih bersih dan kurangi paparan.
2. Batuk yang Muncul atau Semakin Sering
Batuk merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk membantu mengeluarkan iritan dari saluran pernapasan.
Kabut asap dapat memicu batuk kering maupun membuat batuk yang sudah ada menjadi lebih sering. Pada orang dengan asma atau penyakit paru tertentu, paparan polusi juga dapat memperburuk gejala.
Batuk yang semakin berat sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan biasa.
3. Mata Perih, Berair, atau Merah
Mata juga dapat terkena dampak polusi udara secara langsung.
Partikel dan zat iritan di udara dapat menyebabkan mata terasa perih, panas, kering, berair, atau tampak kemerahan.
Menggosok mata justru dapat membuat iritasi semakin parah. Sebaiknya hindari menyentuh mata dengan tangan yang belum bersih.
4. Hidung Bersin atau Terasa Tersumbat
Ketika saluran hidung terpapar udara yang tercemar, tubuh dapat memberikan respons berupa bersin, hidung berair, atau rasa tersumbat.
Keluhan tersebut dapat berbeda pada setiap orang dan mungkin lebih terasa pada orang yang memiliki alergi atau saluran pernapasan yang sensitif.
5. Napas Terasa Tidak Nyaman
Tanda yang perlu diperhatikan lebih serius adalah munculnya sesak napas, napas terasa berat, atau napas berbunyi.
Keluhan ini terutama penting diperhatikan pada orang yang memiliki asma, penyakit paru, atau penyakit jantung.
Jika napas terasa semakin berat setelah terpapar kabut asap, jangan memaksakan aktivitas dan segera cari tempat dengan kualitas udara yang lebih baik.
Siapa yang Lebih Rentan?
Dampak polusi udara dapat berbeda pada setiap orang. Kelompok tertentu dapat memiliki risiko lebih tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit paru atau jantung.
Mereka sebaiknya lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk dan mengurangi aktivitas luar ruangan sebanyak mungkin.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Muncul Gejala?
Langkah pertama adalah mengurangi paparan.
Jika memungkinkan, segera masuk ke ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik. Hentikan aktivitas fisik berat di luar ruangan dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai jika harus keluar.
Jaga tubuh tetap terhidrasi dan hindari sumber iritan lain seperti asap rokok.
Jika memiliki obat yang memang telah diresepkan dokter untuk kondisi tertentu, gunakan sesuai petunjuk yang diberikan.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Segera cari bantuan medis jika muncul sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, pingsan, bibir atau wajah membiru, atau kesulitan bernapas yang semakin memburuk.
Batuk yang disertai darah juga perlu diperiksa dan tidak sebaiknya dianggap sebagai dampak ringan dari kabut asap.
Kesimpulan
Tubuh dapat memberikan tanda ketika mulai terdampak kabut asap, seperti tenggorokan gatal, batuk, mata perih, hidung teriritasi, hingga napas terasa berat.
Semakin cepat tanda tersebut dikenali, semakin cepat pula seseorang dapat mengurangi paparan terhadap udara tercemar.
Jika harus beraktivitas di luar, perhatikan kondisi kualitas udara dan sesuaikan aktivitas dengan keadaan. Jangan memaksakan diri ketika tubuh sudah menunjukkan gejala, terutama sesak napas atau nyeri dada.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








