Ketika kabut asap muncul, banyak orang memilih minum lebih banyak air karena tenggorokan terasa kering atau tidak nyaman. Kebiasaan ini memang dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, tetapi apakah minum banyak air benar-benar bisa melindungi tubuh dari dampak kabut asap?
Perlu dipahami bahwa air minum bukanlah penangkal partikel polusi. Namun, menjaga tubuh tetap terhidrasi tetap merupakan bagian penting dari menjaga kondisi tubuh, terutama ketika cuaca panas atau seseorang harus menggunakan respirator dalam waktu tertentu.
Apa Hubungan Air dengan Keluhan Saat Kabut Asap?
Paparan asap dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Keluhannya dapat berupa tenggorokan terasa kasar atau gatal, batuk, hidung berair, dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Ketika tenggorokan terasa kering, minum air dapat membuat mulut dan tenggorokan terasa lebih nyaman. Namun, air tidak menghilangkan partikel polusi yang sudah terhirup dan tidak menggantikan langkah utama berupa mengurangi paparan.
Jadi, Apakah Harus Minum Air Lebih Banyak?
Tidak berarti seseorang harus minum air sebanyak-banyaknya.
Yang lebih penting adalah menjaga asupan cairan tetap cukup sesuai kebutuhan tubuh. Minumlah secara teratur, terutama ketika cuaca panas, banyak berkeringat, atau beraktivitas di luar.
EPA juga memasukkan minum air sebagai bagian dari langkah yang dapat dilakukan ketika menggunakan respirator dalam kondisi asap, terutama untuk membantu menjaga kenyamanan dan hidrasi.
Kapan Tubuh Membutuhkan Lebih Banyak Cairan?
Kebutuhan cairan dapat meningkat ketika seseorang berada dalam kondisi panas, berkeringat banyak, atau melakukan aktivitas fisik.
Misalnya, seseorang yang harus bepergian menggunakan kendaraan roda dua saat cuaca panas mungkin merasa lebih cepat haus, terlebih jika memakai masker atau respirator dalam waktu cukup lama.
Dalam kondisi seperti ini, membawa air minum dapat membantu agar tidak menunggu sampai rasa haus menjadi berat.
Minum Air Bukan Berarti Aman dari Kabut Asap
Ini bagian yang penting.
Seseorang mungkin merasa tenggorokannya lebih nyaman setelah minum air, tetapi hal tersebut tidak berarti paparan asap sudah tidak berisiko.
Langkah utama tetap mengurangi paparan. Saat udara berasap, membatasi aktivitas di luar dan memilih ruangan dengan udara yang lebih bersih merupakan cara penting untuk mengurangi jumlah asap yang dihirup.
Artinya, minum air sebaiknya dianggap sebagai bagian dari menjaga kondisi tubuh, bukan sebagai pengganti masker atau perlindungan dari polusi.
Bagaimana Kebiasaan Minum yang Lebih Baik Saat Kabut Asap?
1. Minum secara teratur
Jangan menunggu tenggorokan terasa sangat kering baru minum.
2. Bawa botol air ketika harus keluar
Cara sederhana ini dapat membantu mengingatkan diri untuk minum secara berkala.
3. Perhatikan kondisi tubuh
Rasa haus, mulut kering, lemas, atau pusing dapat menjadi tanda bahwa tubuh perlu diperhatikan, terutama ketika cuaca juga sedang panas.
4. Tetap prioritaskan udara yang lebih bersih
Daripada hanya mengandalkan minum air, lebih baik kurangi durasi berada di tengah kabut asap dan kurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara buruk.
Bagaimana dengan Minuman Manis atau Minuman Energi?
Saat tenggorokan terasa tidak nyaman, air putih umumnya menjadi pilihan sederhana untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Tidak perlu menganggap minuman tertentu sebagai “detoks” yang dapat mengeluarkan polusi dari paru-paru. Tidak ada minuman yang dapat menggantikan langkah mengurangi paparan asap.
Kapan Keluhan Perlu Diperiksa?
Apabila setelah terpapar kabut asap seseorang mengalami batuk yang menetap, sesak napas, mengi, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, sebaiknya jangan hanya mengandalkan minum air.
Gejala pernapasan yang berat memerlukan perhatian medis, terutama pada anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit paru atau jantung.
Kesimpulan
Minum air yang cukup dapat membantu menjaga hidrasi dan membuat tenggorokan terasa lebih nyaman, tetapi tidak dapat menghilangkan dampak paparan kabut asap atau menyaring polusi dari udara yang dihirup.
Karena itu, saat kualitas udara buruk, jangan hanya menambah minum. Kurangi paparan, batasi aktivitas di luar, dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai ketika memang harus berada di luar.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








