Saat udara dipenuhi kabut asap, bukan hanya mata dan tenggorokan yang bisa terasa tidak nyaman. Hidung juga dapat terasa perih, panas, gatal, kering, atau terus-menerus berair.
Keluhan tersebut dapat terjadi karena saluran hidung bersentuhan langsung dengan udara yang mengandung partikel dan berbagai zat iritan.
CDC menyebutkan bahwa asap dapat mengiritasi hidung dan sinus serta menyebabkan keluhan seperti hidung berair dan iritasi pada saluran pernapasan.
Apa yang Membuat Hidung Terasa Perih?
Asap terdiri dari campuran gas dan partikel halus. Ketika udara tersebut masuk melalui hidung, beberapa komponennya dapat mengiritasi jaringan yang melapisi saluran pernapasan.
Respons tubuh bisa berbeda-beda. Ada yang merasakan hidung panas atau perih, sementara yang lain lebih banyak mengalami bersin, pilek, hidung tersumbat, atau rasa kering.
Mengapa Keluhannya Bisa Terasa Sangat Mengganggu?
1. Partikel Masuk Bersama Udara yang Dihirup
Hidung merupakan salah satu bagian pertama dari saluran pernapasan yang berhadapan dengan udara luar.
Ketika konsentrasi asap meningkat, hidung dapat lebih mudah mengalami iritasi.
2. Hidung Menjadi Kering
Paparan udara tertentu dapat membuat lapisan hidung terasa kering dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat membuat rasa perih semakin terasa.
3. Tubuh Memberikan Respons Perlindungan
Hidung dapat menghasilkan lebih banyak lendir sebagai bagian dari respons tubuh terhadap iritan. Akibatnya, seseorang bisa mengalami pilek atau hidung terus berair.
4. Paparan Terjadi Berulang
Keluhan dapat terasa lebih kuat jika seseorang terus-menerus keluar masuk lingkungan berasap sepanjang hari.
Karena itu, mengurangi durasi dan frekuensi paparan tetap penting.
Apakah Hidung Perih Berarti Polusi Sudah Masuk ke Paru-Paru?
Tidak bisa disimpulkan hanya dari rasa perih pada hidung.
Hidung memang merupakan bagian dari sistem pernapasan, tetapi sensasi perih tidak secara otomatis menunjukkan seberapa jauh partikel masuk ke saluran pernapasan.
Yang lebih penting adalah memperhatikan keseluruhan gejala, terutama jika hidung perih disertai batuk, mengi, sesak, atau kesulitan bernapas.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kurangi Waktu di Luar Ruangan
Ketika kualitas udara sedang buruk, mengurangi aktivitas di luar dapat membantu mengurangi jumlah asap yang terhirup.
Tutup Pintu dan Jendela Saat Asap Pekat
Menutup akses udara dari luar dapat membantu mengurangi masuknya partikel asap ke dalam rumah.
Gunakan Sistem Penyaringan Udara
Air purifier yang tepat untuk ukuran ruangan dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan. Sistem HVAC dengan filter efisiensi tinggi juga dapat membantu, tergantung kemampuan sistemnya.
Gunakan Masker yang Sesuai Saat Harus Keluar
Ketika harus berada di luar selama kondisi asap, respirator partikulat yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel. Namun, penggunaan masker tetap perlu disertai upaya membatasi waktu berada di udara berasap.
Hindari Menggosok Hidung
Ketika hidung terasa perih atau gatal, kebiasaan menggosoknya terus-menerus justru dapat membuat bagian yang teriritasi semakin tidak nyaman.
Apakah Hidung Perih Selalu Disebabkan oleh Kabut Asap?
Tidak.
Hidung perih juga dapat muncul akibat alergi, udara yang terlalu kering, debu, bahan kimia, atau infeksi saluran pernapasan.
Karena itu, penting memperhatikan kapan gejala mulai muncul dan apakah ada pemicu tertentu.
Misalnya, jika hidung mulai perih setelah berada di lingkungan yang penuh asap dan keluhan berkurang setelah berpindah ke udara yang lebih bersih, paparan asap dapat menjadi salah satu faktor penyebab.
Kapan Harus Diperiksa?
Jika hidung hanya terasa perih ringan dan membaik setelah paparan berkurang, kondisi tersebut biasanya dapat dipantau.
Namun, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau disertai gejala lain.
Segera cari pertolongan apabila muncul kesulitan bernapas, sesak, mengi, atau nyeri dada. Asap dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, terutama pada orang yang memiliki kondisi paru atau jantung tertentu.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Anak-anak dan orang dengan asma, COPD, penyakit jantung, serta beberapa kondisi kesehatan lainnya memiliki risiko lebih tinggi mengalami dampak kesehatan akibat paparan asap.
Kelompok tersebut sebaiknya lebih disiplin mengurangi paparan ketika kualitas udara sedang buruk.
Kesimpulan
Hidung terasa perih saat udara dipenuhi asap dapat terjadi karena jaringan hidung mengalami iritasi akibat partikel dan zat yang terdapat dalam asap. Keluhannya dapat berupa rasa panas, perih, kering, bersin, hidung berair, atau tersumbat.
Mengurangi paparan merupakan langkah utama. Batasi aktivitas di luar ruangan, tutup pintu dan jendela ketika asap pekat, serta jaga kualitas udara di dalam rumah.
Jika rasa perih disertai sesak, mengi, batuk berat, atau nyeri dada, jangan menganggapnya sebagai keluhan ringan dan segera dapatkan pemeriksaan medis.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








