Suara tiba-tiba terdengar serak setelah seharian berada di luar saat kabut asap? Kondisi ini bisa membuat berbicara terasa tidak nyaman, terutama bagi orang yang banyak melakukan aktivitas komunikasi seperti bekerja, kuliah, membuat konten, atau bertemu banyak orang.
Paparan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan, termasuk tenggorokan. CDC mencatat bahwa asap dapat menyebabkan tenggorokan terasa kasar atau teriritasi serta menimbulkan batuk.
Iritasi pada area tenggorokan dapat membuat suara terasa berubah pada sebagian orang, tetapi suara serak juga memiliki berbagai penyebab lain.
Mengapa Suara Bisa Menjadi Serak?
Suara dihasilkan ketika pita suara bergetar. Ketika jaringan di sekitar tenggorokan mengalami iritasi atau peradangan, kualitas suara dapat berubah.
Paparan asap bisa menjadi salah satu pemicunya, terutama jika seseorang berada cukup lama di lingkungan berasap.
Namun, suara serak tidak selalu disebabkan oleh polusi. Infeksi saluran pernapasan, penggunaan suara berlebihan, alergi, asam lambung, dan beberapa kondisi lainnya juga dapat menyebabkan suara berubah.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Suara Mulai Serak?
1. Kurangi paparan asap
Langkah pertama bukan sekadar mencoba membuat suara kembali normal, tetapi mengurangi sumber iritasinya.
EPA menyarankan membatasi waktu berada di luar ketika asap terdapat di udara dan mengurangi aktivitas fisik selama kondisi tersebut.
2. Cukupi kebutuhan cairan
Ketika tenggorokan terasa kering atau teriritasi, minum cukup air dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
Namun, minum air tidak menghilangkan partikel asap yang sudah terhirup. Tetap utamakan pengurangan paparan.
3. Istirahatkan suara
Hindari berbicara terlalu keras atau berteriak ketika suara sedang serak.
Jika pekerjaan mengharuskan banyak berbicara, berikan waktu istirahat pada suara di sela aktivitas.
4. Hindari asap rokok
Merokok atau berada di lingkungan dengan asap rokok dapat menambah iritasi pada saluran pernapasan.
Saat udara luar saja sudah dipenuhi asap, sebaiknya jangan menambah sumber iritan di dalam ruangan.
5. Jaga kualitas udara di dalam rumah
Ketika kabut asap pekat, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap. Jika tersedia, sistem penyaringan udara yang sesuai dapat membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.
Apakah Teh Hangat Bisa Mengatasi Suara Serak?
Minuman hangat dapat terasa nyaman bagi sebagian orang ketika tenggorokan terasa tidak nyaman.
Namun, tidak ada minuman tertentu yang dapat menghilangkan paparan asap dari tubuh. Jangan mengandalkan minuman atau “detoks” sebagai pengganti upaya mengurangi paparan.
Yang lebih penting adalah memberikan waktu bagi tenggorokan dan suara untuk pulih sambil menghindari sumber iritasi.
Kapan Suara Serak Perlu Diperiksa?
Jika suara serak hanya muncul setelah paparan asap dan kemudian berangsur membaik, kondisi tersebut dapat dipantau.
Namun, konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila suara serak berlangsung terus-menerus, berulang tanpa penyebab yang jelas, atau disertai keluhan lain.
Perhatian lebih perlu diberikan apabila suara serak disertai:
- sulit bernapas,
- sesak,
- sulit menelan,
- batuk yang tidak kunjung berhenti,
- atau kondisi tubuh semakin memburuk.
CDC menyarankan mencari bantuan medis ketika gejala akibat paparan asap tidak membaik atau muncul kesulitan bernapas.
Jangan Abaikan Perubahan Suara yang Menetap
Suara serak yang menetap tidak selalu berkaitan dengan kabut asap.
Jika keluhan terus berlangsung meskipun kualitas udara sudah membaik dan paparan sudah berkurang, penyebab lain perlu dicari.
Pemeriksaan dapat membantu memastikan apakah masalah berasal dari iritasi sementara atau ada kondisi lain yang membutuhkan penanganan.
Kesimpulan
Suara serak setelah terpapar kabut asap dapat berkaitan dengan iritasi pada tenggorokan dan saluran pernapasan. Namun, asap bukan satu-satunya kemungkinan penyebab suara berubah.
Kurangi paparan asap, cukup minum, istirahatkan suara, dan hindari sumber iritan lain seperti asap rokok. Jika suara serak menetap atau disertai sesak dan kesulitan bernapas, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan medis.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








