Ketika gunung api mengalami erupsi, abu vulkanik dapat menyebar ke wilayah di sekitar maupun terbawa angin ke daerah yang lebih jauh.
Bagi orang dewasa yang sehat, paparan abu dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan. Namun, anak-anak dan bayi termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian ekstra ketika terjadi paparan abu vulkanik. CDC menyebut anak-anak dan bayi sebagai kelompok yang lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat paparan abu dan gas vulkanik.
Kenapa Anak-Anak Lebih Rentan?
Anak-anak masih berada dalam tahap pertumbuhan dan memiliki sistem pernapasan yang sedang berkembang.
Selain itu, anak-anak cenderung lebih aktif daripada orang dewasa dan dapat menghabiskan lebih banyak waktu bermain. Jika bermain di luar ketika abu sedang turun, jumlah paparan terhadap partikel dapat meningkat.
Anak dengan asma atau kondisi kesehatan kronis juga dapat mengalami gejala yang lebih berat ketika terpapar asap atau abu.
Apa Dampak Abu Vulkanik pada Anak?
Abu vulkanik dapat mengiritasi:
- Mata.
- Hidung.
- Tenggorokan.
- Saluran pernapasan.
Gejalanya dapat berupa batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, mata perih atau berair, hidung teriritasi, dan kesulitan bernapas.
Pada anak dengan asma, paparan abu dapat memperburuk gejala seperti batuk, mengi, dan sesak napas.
Sebaiknya Anak Tetap di Dalam Rumah
Saat hujan abu atau kualitas udara memburuk, anak sebaiknya tidak bermain di luar.
Tutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah, dan ikuti informasi dari pihak berwenang mengenai kondisi erupsi. CDC merekomendasikan tetap berada di dalam ruangan ketika memungkinkan dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Jika kondisi mengharuskan evakuasi, jangan menunda hanya karena ingin tetap berada di rumah. Keselamatan dari bahaya erupsi secara keseluruhan harus menjadi prioritas.
Bagaimana dengan Masker untuk Anak?
Jangan mengandalkan sembarang masker sebagai satu-satunya perlindungan.
Untuk paparan abu vulkanik, CDC merekomendasikan respirator N95 yang disetujui NIOSH bagi orang yang harus berada di luar atau melakukan pembersihan abu. Namun, penggunaan respirator pada anak perlu memperhatikan ukuran, kecocokan, kemampuan anak menggunakannya dengan benar, dan petunjuk produk.
Pada anak yang masih terlalu kecil untuk menggunakan respirator dengan aman dan benar, langkah terpenting adalah mengurangi paparan dan menjaga mereka tetap di lingkungan yang lebih aman.
Lindungi Mata Anak
Abu vulkanik dapat mengiritasi mata.
Ketika harus berada di luar karena alasan penting, kacamata pelindung dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan abu. Hindari membiarkan anak menggosok mata dengan tangan yang kotor.
Jangan Biarkan Anak Ikut Membersihkan Abu
Membersihkan abu dapat membuat partikel kembali beterbangan ke udara.
Karena itu, anak-anak sebaiknya tidak dilibatkan dalam pekerjaan membersihkan abu. Pembersihan sebaiknya dilakukan oleh orang dewasa dengan perlindungan yang sesuai, mengikuti panduan keselamatan setempat. CDC juga secara khusus menyarankan agar anak-anak tidak melakukan pekerjaan pembersihan setelah paparan abu.
Perhatikan Anak dengan Asma
Jika anak memiliki asma, orang tua atau pengasuh perlu mengikuti rencana penanganan yang telah diberikan dokter.
Pastikan obat yang diperlukan tersedia dan jangan menghentikan obat pengontrol tanpa arahan tenaga kesehatan.
Jika anak mulai batuk lebih sering, mengi, atau mengalami kesulitan bernapas setelah terpapar abu, segera pindahkan ke lingkungan dengan udara yang lebih bersih dan ikuti rencana penanganan yang telah diberikan.
Kapan Harus Segera ke Fasilitas Kesehatan?
Segera cari pertolongan jika anak mengalami kesulitan bernapas, sesak yang semakin berat, bibir atau wajah tampak kebiruan, sangat lemas, kebingungan, atau kondisi memburuk dengan cepat.
Anak dengan penyakit paru atau jantung juga memerlukan perhatian lebih ketika terpapar abu vulkanik.
Kesimpulan
Anak-anak membutuhkan perlindungan ekstra saat terjadi hujan abu vulkanik karena mereka termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak abu dan gas vulkanik. Paparan dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan, serta memperburuk gejala pada anak dengan asma atau kondisi kesehatan tertentu.
Cara utama melindungi anak adalah mengurangi paparan, menjaga mereka tetap di dalam ruangan ketika kondisi luar berbahaya, menutup pintu dan jendela, serta mengikuti arahan resmi mengenai erupsi.
Jangan biarkan anak bermain atau ikut membersihkan abu di luar. Jika muncul kesulitan bernapas atau gejala berat lainnya, segera cari pertolongan medis.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








