Apa yang Perlu Diperhatikan Dokter Saat Memilih Sistem RME?

RME sudah menjadi bagian penting dari digitalisasi pelayanan kesehatan. Namun, bagi dokter, memilih sistem RME bukan hanya soal mencari aplikasi yang memiliki banyak fitur.

Sistem tersebut nantinya akan digunakan berulang kali dalam aktivitas sehari-hari untuk mencatat keluhan, pemeriksaan, diagnosis, obat, tindakan, dan informasi klinis lainnya.

Karena itu, sistem yang dipilih perlu dipertimbangkan dari sisi kemudahan penggunaan, kelengkapan fungsi, keamanan, integrasi, serta kesesuaiannya dengan alur kerja klinik.

Kementerian Kesehatan melalui SATUSEHAT juga mengatur ekosistem dan standar interoperabilitas yang perlu diperhatikan oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan penyedia sistem RME.

1. Apakah Sistem Mudah Digunakan?

Dokter akan berinteraksi dengan RME berkali-kali dalam sehari.

Karena itu, antarmuka yang rumit dapat membuat proses pencatatan terasa lebih berat.

Perhatikan apakah dokter dapat:

  • mencari pasien dengan cepat,
  • membuka riwayat kunjungan,
  • mencatat pemeriksaan,
  • memilih diagnosis,
  • memasukkan resep,
  • dan menyelesaikan dokumentasi tanpa terlalu banyak langkah.

Sistem yang sederhana dan sesuai alur kerja dapat membantu mengurangi beban penggunaan sehari-hari.

2. Apakah Fitur Sesuai dengan Kebutuhan Dokter?

Jangan hanya melihat jumlah fitur.

Yang lebih penting adalah apakah fitur tersebut benar-benar mendukung pelayanan yang dilakukan dokter.

Untuk pelayanan rawat jalan, standar SATUSEHAT mencakup berbagai informasi seperti anamnesis, riwayat penyakit, alergi, pemeriksaan fisik, diagnosis, pengobatan, tindakan, dan rencana perawatan.

Karena itu, dokter dapat menilai apakah sistem mampu mendukung jenis dokumentasi yang memang dibutuhkan dalam praktik.

3. Bagaimana Sistem Menampilkan Riwayat Pasien?

RME yang menyimpan banyak data akan kurang membantu jika informasi penting sulit ditemukan.

Perhatikan apakah dokter dapat melihat riwayat secara kronologis dan menemukan informasi seperti:

  • kunjungan sebelumnya,
  • diagnosis,
  • obat,
  • alergi,
  • hasil pemeriksaan,
  • dan tindakan yang pernah dilakukan.

Dokumentasi SATUSEHAT untuk rawat jalan menunjukkan bahwa berbagai kategori data tersebut memang menjadi bagian dari informasi yang dapat dipertukarkan dalam RME.

4. Bagaimana Sistem Mengatur Hak Akses?

Data kesehatan merupakan informasi sensitif sehingga pengaturan akses menjadi hal penting.

Dokter perlu mengetahui siapa yang dapat melihat data tertentu, bagaimana autentikasi pengguna dilakukan, dan bagaimana aktivitas dalam sistem dapat dikelola.

SATUSEHAT menyebut bahwa ekosistem pertukaran datanya mencakup standar bisnis, data, teknis, dan keamanan.

Jadi, keamanan sebaiknya menjadi pertimbangan sejak proses pemilihan, bukan setelah sistem digunakan.

5. Apakah Sistem Sudah Terverifikasi untuk SATUSEHAT?

Ini menjadi salah satu pertanyaan penting bagi fasilitas kesehatan yang menggunakan RME dari vendor.

Panduan SATUSEHAT menyatakan bahwa fasilitas kesehatan yang menggunakan sistem RME mitra/vendor perlu memastikan penyedia tersebut telah terdaftar dan sistem RME-nya telah terverifikasi di SATUSEHAT Platform.

Karena itu, dokter atau pengelola klinik sebaiknya tidak hanya bertanya apakah vendor mengatakan “bisa integrasi”, tetapi juga memeriksa statusnya melalui kanal resmi SATUSEHAT.

6. Bagaimana Kemampuan Interoperabilitasnya?

RME tidak selalu digunakan sendirian.

Sistem kesehatan perlu dapat berkomunikasi dengan sistem lain sesuai standar yang ditetapkan.

SATUSEHAT menggunakan HL7 FHIR sebagai standar model data dan API untuk interoperabilitas.

Karena itu, kemampuan interoperabilitas merupakan aspek teknis yang penting untuk diperhatikan, terutama bagi klinik yang ingin membangun sistem digital dalam jangka panjang.

7. Bagaimana Jika Internet atau Sistem Mengalami Gangguan?

Dokter perlu mengetahui apa yang terjadi ketika jaringan bermasalah atau sistem sementara tidak dapat digunakan.

Tanyakan kepada penyedia:

Apakah ada prosedur downtime?

Bagaimana data disimpan sementara?

Bagaimana data dimasukkan kembali setelah sistem normal?

Pertanyaan tersebut penting karena pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun teknologi dapat mengalami gangguan.

8. Bagaimana Dukungan Teknis dari Vendor?

Sistem RME bukan pembelian satu kali lalu selesai.

Pembaruan sistem, integrasi, bug, pelatihan pengguna, dan masalah teknis dapat muncul selama penggunaannya.

Karena itu, dokter dan pengelola klinik perlu mengetahui:

  • saluran bantuan yang tersedia,
  • waktu respons,
  • jadwal maintenance,
  • dokumentasi penggunaan,
  • dan mekanisme penyelesaian masalah.

9. Apakah Sistem Mengurangi atau Justru Menambah Beban Dokumentasi?

Ini merupakan hal yang sebaiknya diuji langsung.

Jangan hanya melihat demonstrasi vendor. Dokter dapat mencoba skenario nyata, misalnya:

pasien baru → pemeriksaan → diagnosis → resep → pembayaran → selesai

Kemudian lihat berapa banyak langkah yang diperlukan.

Sistem yang terlalu banyak membutuhkan klik atau pengisian berulang dapat menjadi kurang nyaman digunakan dalam praktik sehari-hari.

10. Bagaimana Kualitas Data yang Dihasilkan?

RME bukan hanya soal menyimpan data, tetapi juga menghasilkan data yang terstruktur dan dapat digunakan untuk kebutuhan lain.

SATUSEHAT menerapkan standar tertentu dalam pertukaran data dan melakukan validasi terhadap terminologi yang digunakan, termasuk antara lain ICD-10, ICD-9-CM, LOINC, dan SNOMED CT pada konteks yang sesuai.

Karena itu, dokter perlu memastikan pilihan diagnosis, pemeriksaan, obat, dan data klinis lain dapat dicatat dengan struktur yang sesuai.

Jangan Memilih Hanya Berdasarkan Harga

Harga memang penting, tetapi bukan satu-satunya pertimbangan.

Sistem dengan biaya lebih rendah belum tentu sesuai dengan kebutuhan klinik, sementara sistem yang lebih mahal juga belum tentu memiliki alur kerja yang paling cocok.

Lebih baik bandingkan:

kemudahan penggunaan + kelengkapan fitur + keamanan + integrasi + dukungan teknis + biaya penggunaan

Dengan begitu, keputusan tidak hanya berdasarkan angka harga awal.

Lakukan Uji Coba Sebelum Menggunakan Penuh

Salah satu cara praktis adalah meminta demo atau trial.

Dokter dapat mencoba sendiri beberapa aktivitas yang paling sering dilakukan.

Misalnya:

  • mencari riwayat pasien,
  • mencatat pemeriksaan,
  • memilih diagnosis,
  • memasukkan obat,
  • dan melihat kembali kunjungan sebelumnya.

Dari sini akan terlihat apakah sistem memang nyaman digunakan atau masih membutuhkan banyak penyesuaian.

Kesimpulan

Saat memilih sistem RME, dokter sebaiknya tidak hanya melihat jumlah fitur atau harga. Yang perlu diperhatikan adalah kemudahan penggunaan, kesesuaian dengan alur pelayanan, tampilan riwayat pasien, keamanan, dukungan teknis, kualitas data, serta kemampuan integrasi.

Untuk sistem dari vendor, SATUSEHAT secara resmi meminta fasilitas kesehatan memastikan penyedia dan sistem RME yang digunakan telah terdaftar serta terverifikasi di platform tersebut.

Selain itu, kemampuan interoperabilitas juga penting karena SATUSEHAT menggunakan standar HL7 FHIR untuk pertukaran data kesehatan.

Pada akhirnya, sistem RME yang baik bukan hanya yang terlihat canggih, tetapi yang dapat digunakan dengan nyaman oleh dokter, mendukung dokumentasi klinis, menjaga keamanan data, dan sesuai dengan kebutuhan fasilitas kesehatan.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *