Apakah Kabut Asap Berpengaruh pada Kesehatan Jantung?

Ketika membahas dampak kabut asap, perhatian biasanya tertuju pada batuk, sesak napas, tenggorokan gatal, atau mata perih.

Padahal, paparan asap juga berkaitan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Partikel halus dalam asap dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan dan dikaitkan dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular. American Heart Association menjelaskan bahwa paparan asap dapat meningkatkan risiko kardiovaskular dan memperburuk kondisi jantung yang sudah ada.

Bagaimana Kabut Asap Bisa Mempengaruhi Jantung?

Asap mengandung partikel sangat kecil, termasuk particulate matter atau PM2.5. Ketika terhirup, partikel tersebut dapat memengaruhi tubuh lebih luas daripada sekadar saluran pernapasan.

Paparan asap dikaitkan dengan respons peradangan dan perubahan pada sistem kardiovaskular. American Heart Association juga menjelaskan bahwa partikel kecil dari asap dapat berkaitan dengan perubahan pada pembuluh darah, denyut jantung, dan tekanan darah.

Apakah Semua Orang Memiliki Risiko yang Sama?

Tidak.

Dampak paparan dapat berbeda-beda tergantung tingkat polusi, lama paparan, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

Orang yang sudah memiliki penyakit jantung atau kondisi kronis tertentu perlu lebih berhati-hati. EPA juga memasukkan orang dengan penyakit jantung atau paru sebagai kelompok yang lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat asap.

Apa Saja Kemungkinan Keluhannya?

Paparan asap dapat disertai berbagai gejala. Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa mengalami:

  • dada terasa tidak nyaman,
  • jantung berdebar,
  • mudah lelah,
  • sesak,
  • atau keluhan lain yang berkaitan dengan sistem pernapasan maupun kardiovaskular.

Namun, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh kabut asap. Misalnya, jantung berdebar juga dapat dipicu oleh kafein, kecemasan, kurang tidur, atau aktivitas fisik.

Karena itu, gejala perlu dilihat bersama kondisi keseluruhan tubuh.

Mengapa Orang dengan Penyakit Jantung Perlu Lebih Waspada?

Orang yang sudah memiliki penyakit jantung memiliki cadangan kesehatan yang berbeda dibandingkan orang tanpa penyakit jantung.

CDC mencatat bahwa asap dapat meningkatkan risiko rawat inap terkait masalah pernapasan dan jantung, sementara orang dengan kondisi kronis dianjurkan mengikuti rencana perlindungan yang telah diberikan tenaga kesehatan.

Karena itu, ketika kualitas udara memburuk, kelompok ini sebaiknya lebih disiplin mengurangi paparan.

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko?

Kurangi aktivitas di luar ruangan

Mengurangi waktu berada di luar ketika udara berasap merupakan salah satu langkah utama untuk menurunkan paparan. EPA merekomendasikan mengurangi waktu dan aktivitas fisik di luar saat kadar partikel tinggi.

Jaga kualitas udara di dalam rumah

Tutup jendela dan pintu ketika asap pekat. Gunakan sistem pendingin dengan pengaturan yang tepat dan pertimbangkan air purifier untuk membantu mengurangi partikel di dalam ruangan.

Hindari olahraga berat di luar

Aktivitas fisik berat membuat frekuensi dan volume pernapasan meningkat sehingga jumlah udara yang masuk ke tubuh juga bertambah. Karena itu, ketika kualitas udara buruk, aktivitas fisik luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Gunakan perlindungan bila harus keluar

Saat memang harus berada di luar dalam kondisi asap, respirator partikulat yang pas dan digunakan sesuai petunjuk dapat membantu mengurangi paparan partikel.

Bagaimana dengan Orang yang Sehat?

Orang sehat tidak berarti otomatis kebal terhadap paparan asap.

EPA menyatakan bahwa mengurangi paparan tetap penting bagi semua orang, sementara kelompok tertentu seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru memiliki risiko yang lebih tinggi.

Karena itu, meskipun belum merasakan keluhan, tetap masuk akal untuk mengurangi aktivitas di lingkungan yang penuh asap.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?

Jangan menganggap keluhan dada sebagai efek biasa dari kabut asap.

Segera cari pertolongan medis jika muncul nyeri atau tekanan dada yang berat, sesak napas, pingsan, kelemahan mendadak, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Terutama pada seseorang yang memang memiliki penyakit jantung, keluhan baru atau memburuk perlu ditangani dengan lebih serius.

Kesimpulan

Kabut asap tidak hanya berkaitan dengan kesehatan paru-paru. Partikel halus dalam asap juga dikaitkan dengan risiko terhadap sistem kardiovaskular dan dapat memperburuk kondisi jantung yang sudah ada.

Mengurangi paparan merupakan langkah utama. Batasi aktivitas di luar ketika kualitas udara buruk, hindari olahraga berat di luar, dan jaga kualitas udara dalam rumah.

Bagi orang dengan penyakit jantung atau kondisi kronis lainnya, penting mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan lebih waspada terhadap gejala baru. Bila muncul nyeri dada, sesak berat, atau gejala darurat lainnya, segera cari pertolongan medis.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *