Setelah seharian beraktivitas di tengah kabut asap, tubuh bisa terasa berbeda dari biasanya. Badan terasa lemas, energi seperti habis, sulit berkonsentrasi, atau rasanya ingin segera beristirahat.
Kondisi tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Paparan asap sendiri dapat menyebabkan rasa lelah pada sebagian orang. Namun, cuaca panas, kurang minum, aktivitas fisik, kurang tidur, dan stres juga dapat membuat tubuh terasa semakin “drop”. CDC mencantumkan tiredness atau rasa lelah sebagai salah satu dampak yang dapat muncul setelah menghirup asap.
Karena itu, penting mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan setelah tubuh mengalami paparan sepanjang hari.
Kenapa Tubuh Bisa Terasa “Drop” Setelah Terpapar Kabut Asap?
Kabut asap mengandung campuran partikel halus dan gas. Paparan asap dapat menimbulkan berbagai respons tubuh, termasuk sakit kepala, kelelahan, iritasi saluran pernapasan, batuk, dan gangguan pernapasan.
Namun, rasa lelah tidak selalu berasal dari asap secara langsung.
1. Paparan asap berlangsung lama
Semakin lama seseorang berada di lingkungan yang berasap, semakin besar kesempatan tubuh terpapar polutan.
Orang yang bekerja atau beraktivitas di luar ruangan juga dapat mengalami paparan yang lebih lama dibandingkan orang yang lebih banyak berada di dalam ruangan. EPA menyarankan mengurangi waktu dan tingkat aktivitas di luar ketika kondisi udara berasap.
2. Tubuh kehilangan cairan
Kabut asap dapat terjadi bersamaan dengan cuaca panas. Jika seseorang berkeringat banyak dan tidak cukup minum, tubuh dapat mengalami kekurangan cairan.
Akibatnya, badan bisa terasa lemas, pusing, haus, atau tidak bertenaga.
3. Aktivitas fisik terlalu berat
Bersepeda, berjalan jauh, bekerja di luar, atau berolahraga saat udara berasap membuat tubuh bernapas lebih cepat. Aktivitas berat juga meningkatkan paparan karena jumlah udara yang dihirup menjadi lebih banyak.
EPA merekomendasikan menghindari aktivitas berat seperti berlari ketika kondisi udara berasap dan menunggu hingga kualitas udara membaik sebelum beraktivitas di luar.
4. Tidur kurang atau tubuh sudah kelelahan
Tidak semua rasa lemas setelah terpapar asap berarti tubuh mengalami masalah akibat polusi. Kurang tidur, pekerjaan yang padat, stres, dan pola hidup yang tidak teratur juga dapat menjadi penyebab.
Karena itu, lihat kondisi tubuh secara keseluruhan, bukan hanya paparan asapnya.
Apa yang Perlu Dilakukan Saat Badan Mulai “Drop”?
Istirahat di tempat dengan udara yang lebih bersih
Setelah seharian di luar, pindahlah ke lingkungan dengan kualitas udara yang lebih baik. Mengurangi paparan merupakan langkah penting untuk membantu tubuh pulih.
Jika kualitas udara luar sedang buruk, tutup pintu dan jendela serta gunakan AC dengan mode sirkulasi ulang bila tersedia.
Cukupi cairan
Minumlah air secara teratur, terutama jika sebelumnya banyak berkeringat atau beraktivitas di bawah panas. EPA juga merekomendasikan menjaga hidrasi saat menghadapi kondisi asap dan panas.
Jangan langsung melakukan aktivitas berat
Jika tubuh sudah terasa sangat lelah setelah terpapar asap, tidak perlu memaksakan olahraga atau pekerjaan fisik tambahan.
Berikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.
Perhatikan makan dan tidur
Tubuh membutuhkan energi dan waktu pemulihan. Pastikan tetap makan dengan cukup dan usahakan tidur yang cukup pada malam hari.
Pantau kondisi udara pada hari berikutnya
Jika kabut asap masih berlangsung, jangan langsung kembali ke rutinitas outdoor seperti biasa. Periksa informasi kualitas udara dan pilih waktu ketika kondisi lebih baik untuk melakukan aktivitas di luar.
Apakah Minum Air Saja Sudah Cukup?
Belum tentu.
Minum air dapat membantu jika tubuh mengalami kekurangan cairan, tetapi air tidak menghilangkan partikel asap yang sudah terhirup.
Langkah yang lebih penting adalah mengurangi paparan berikutnya. Jadi, jangan sampai seseorang merasa cukup aman hanya karena sudah minum banyak air kemudian kembali beraktivitas di tengah asap.
Kapan Rasa Lemas Perlu Diperiksa?
Rasa lelah ringan dapat dipantau sambil mengurangi paparan dan beristirahat. Namun, jangan menganggap semua keluhan sebagai efek kabut asap.
Segera cari pertolongan medis jika rasa lemas disertai sesak napas berat, nyeri dada, kebingungan, pingsan, atau kondisi yang semakin memburuk. Pada orang dengan penyakit jantung atau paru, gejala seperti kelelahan yang tidak biasa, sesak, atau jantung berdebar juga perlu diperhatikan.
Siapa yang Perlu Lebih Berhati-Hati?
Anak-anak, lansia, orang dengan penyakit jantung atau paru, serta orang yang mengalami paparan lebih lama seperti pekerja luar ruangan merupakan kelompok yang perlu lebih berhati-hati.
Mereka sebaiknya lebih cepat mengurangi paparan ketika kondisi udara memburuk.
Kesimpulan
Badan terasa “drop” setelah seharian terpapar kabut asap dapat berkaitan dengan paparan asap, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh panas, kurang minum, aktivitas fisik, kurang tidur, atau kelelahan.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengurangi paparan, beristirahat di tempat dengan udara yang lebih bersih, mencukupi cairan, dan tidak memaksakan aktivitas berat.
Jika rasa lemas disertai sesak berat, nyeri dada, pingsan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari pertolongan medis dan jangan menganggapnya sebagai kelelahan biasa.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








