Bekerja di Ruangan Ber-AC Saat Kabut Asap, Apakah Lebih Aman?

Saat kabut asap menyelimuti lingkungan, berada di dalam ruangan sering dianggap lebih aman dibandingkan beraktivitas di luar. Banyak pekerja kemudian memilih tetap bekerja di kantor atau ruangan ber-AC agar tidak terlalu banyak terpapar asap.

Tetapi apakah berada di ruangan ber-AC otomatis membuat udara lebih aman?

Tidak selalu. Keamanan udara di dalam ruangan sangat bergantung pada kondisi bangunan, sistem ventilasi, jenis pendingin udara, serta apakah asap dari luar masih masuk ke dalam ruangan.

EPA menjelaskan bahwa selama kondisi asap, kadar partikel di dalam ruangan pada umumnya bisa lebih rendah dibandingkan udara luar, tetapi kondisi setiap bangunan dapat berbeda.

Apakah Ruangan Ber-AC Lebih Baik Saat Kabut Asap?

Dalam kondisi tertentu, berada di ruangan ber-AC dengan pintu dan jendela tertutup dapat membantu mengurangi paparan asap.

AC juga membantu menjaga ruangan tetap sejuk sehingga orang tidak perlu membuka jendela ketika udara di luar sedang buruk.

Namun, tidak semua sistem AC bekerja dengan cara yang sama.

1. Perhatikan apakah AC mengambil udara dari luar

Beberapa sistem pendingin memiliki pengaturan yang memasukkan udara luar ke dalam ruangan.

Saat terjadi kabut asap, EPA merekomendasikan menutup atau mematikan pemasukan udara luar dan menggunakan mode recirculate jika sistem tersebut memilikinya.

Dengan mode ini, udara dalam ruangan disirkulasikan kembali melalui sistem pendingin dan tidak terus-menerus memasukkan udara luar yang berasap.

2. Filter AC juga berpengaruh

Sistem AC tertentu memiliki filter yang dapat menangkap sebagian partikel udara. Untuk sistem HVAC sentral, EPA merekomendasikan filter efisiensi tinggi seperti MERV 13 atau setinggi yang dapat didukung sistem, terutama selama kondisi asap.

Namun, tidak semua AC rumah atau kantor memiliki kemampuan filtrasi yang sama.

Karena itu, jangan menganggap setiap AC otomatis dapat membersihkan seluruh polusi dari ruangan.

Apakah Bekerja di Dalam Ruangan Berarti Bebas Paparan Asap?

Tidak sepenuhnya.

Asap tetap dapat masuk melalui celah pintu dan jendela, sistem ventilasi, atau sumber lainnya. EPA menyebutkan bahwa ketika pintu dan jendela dibiarkan terbuka, kadar partikel di dalam dan luar ruangan dapat menjadi serupa.

Karena itu, saat kualitas udara luar buruk, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan di tempat kerja.

Tutup pintu dan jendela

Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi masuknya asap dari luar.

Gunakan mode sirkulasi ulang

Apabila sistem AC memiliki pilihan fresh air dan recirculate, mode recirculate dapat digunakan untuk mengurangi masuknya udara luar yang berasap.

Perhatikan filter

Filter yang kotor atau tidak sesuai dapat mengurangi efektivitas sistem penyaringan. Pada sistem kantor, pengelola gedung sebaiknya memastikan perawatan dan penggantian filter dilakukan sesuai kebutuhan.

Pertimbangkan air purifier

Portable air cleaner dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan. EPA merekomendasikan penggunaan alat pembersih udara yang sesuai dengan ukuran ruangan dan memiliki emisi ozon yang rendah atau tidak menghasilkan ozon.

Bagaimana dengan Kantor yang Banyak Orang?

Ruangan kantor memiliki tantangan tersendiri.

Banyak orang berada dalam satu ruangan, pintu sering dibuka, dan aktivitas seperti memasak, merokok, menggunakan aerosol, atau aktivitas tertentu lainnya dapat menambah polutan di dalam ruangan.

EPA menyarankan mengurangi aktivitas yang menambah polusi udara di dalam ruangan selama kondisi asap.

Karena itu, menjaga kualitas udara kantor bukan hanya soal menyalakan AC.

Apa yang Bisa Dilakukan Pekerja?

Saat kabut asap sedang pekat, pekerja dapat membantu mengurangi paparan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

Saat harus pergi keluar gedung, perhatikan kualitas udara dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai. CDC juga menyarankan penggunaan respirator yang disetujui ketika seseorang harus berada di luar dalam kondisi asap.

Selain itu, jangan menganggap ruangan dingin sebagai tanda bahwa kualitas udaranya pasti baik.

Ruangan yang terasa sejuk belum tentu memiliki kadar partikel udara yang rendah.

Bagaimana Jika Tetap Batuk atau Tenggorokan Terasa Gatal di Dalam Kantor?

Keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa kasar, iritasi mata, atau sakit kepala masih dapat terjadi bila asap masuk ke dalam ruangan. Paparan asap memang dapat menyebabkan berbagai keluhan tersebut.

Bila gejala muncul atau semakin berat, sebaiknya beri tahu pengelola gedung atau bagian K3/HR agar kualitas udara dan sistem ventilasi dapat diperiksa.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Segera periksakan diri apabila muncul sesak napas, mengi, nyeri dada, kesulitan bernapas, atau gejala berat lainnya.

Orang dengan asma, penyakit paru, penyakit jantung, dan kelompok rentan lainnya juga perlu lebih berhati-hati ketika terpapar asap.

Kesimpulan

Bekerja di ruangan ber-AC saat kabut asap dapat membantu mengurangi paparan, terutama ketika pintu dan jendela tertutup dan sistem pendingin menggunakan pengaturan serta filtrasi yang tepat.

Namun, AC tidak otomatis membuat udara bebas polusi. Perhatikan pengaturan recirculate, kondisi filter, ventilasi, dan kualitas udara di dalam ruangan.

Jadi, saat kabut asap terjadi, bukan sekadar pertanyaan “pakai AC atau tidak”, tetapi seberapa baik ruangan tersebut mencegah asap masuk dan menyaring partikel yang sudah berada di dalamnya.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *