Ketika abu vulkanik masuk ke lingkungan rumah, banyak orang mungkin langsung menyalakan kipas karena ruangan terasa panas atau pengap.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan: kipas dapat menggerakkan udara dan membuat partikel abu yang sudah berada di dalam rumah kembali beterbangan.
Lalu, apakah kipas masih boleh digunakan saat abu vulkanik masuk rumah?
Kenapa Abu Vulkanik di Dalam Rumah Perlu Diperhatikan?
Abu vulkanik dapat masuk melalui celah pintu, jendela, atau saluran udara. Jika sudah berada di dalam rumah, partikel tersebut dapat mengendap di berbagai permukaan.
Ketika udara digerakkan terlalu kuat, abu yang sudah mengendap dapat kembali menjadi partikel yang melayang di udara dan berpotensi terhirup.
Karena itu, pengelolaan udara dalam ruangan selama hujan abu perlu dilakukan dengan hati-hati.
Sebaiknya Jangan Menyalakan Kipas yang Mengaduk Abu
Panduan CDC untuk kondisi abu vulkanik menyarankan mematikan kipas serta unit pendingin atau pemanas yang dapat membantu memasukkan atau menyebarkan udara dari luar ketika sedang terjadi paparan abu.
Jika kipas berada di dalam ruangan dan diarahkan ke permukaan yang penuh abu, aliran udara juga dapat membuat partikel kembali beterbangan.
Jadi, jangan langsung menyalakan kipas dengan tujuan “mengusir” abu dari dalam rumah.
Bagaimana Menjaga Rumah Tetap Nyaman?
1. Tutup Pintu dan Jendela
Ketika abu sedang turun atau kualitas udara luar sangat buruk, tutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu.
Periksa juga celah yang cukup besar dan lakukan penutupan tambahan bila diperlukan.
2. Kurangi Aktivitas yang Membuat Abu Beterbangan
Hindari menyapu abu secara kering karena tindakan tersebut dapat membuat partikel kembali melayang.
Gunakan kain lembap atau metode pembersihan yang dapat menekan pembentukan debu. USGS juga menyarankan agar abu dibasahi terlebih dahulu ketika dilakukan pembersihan.
3. Gunakan Air Purifier Bila Tersedia
Penyaring udara yang sesuai dapat membantu mengurangi partikel di udara dalam ruangan.
Jika menggunakan air purifier, pastikan kapasitas alat sesuai dengan ukuran ruangan dan filter dirawat sesuai petunjuk.
4. Hindari Sumber Asap di Dalam Rumah
Jangan menambah polusi udara di dalam rumah dengan merokok, membakar sampah, atau melakukan kegiatan lain yang menghasilkan asap.
Saat kondisi luar sudah buruk, menjaga agar kualitas udara dalam rumah tidak semakin memburuk menjadi semakin penting.
Bagaimana dengan AC?
Perlu diperhatikan bahwa sistem pendingin yang menarik udara dari luar dapat membawa partikel abu ke dalam ruangan.
CDC menyarankan mematikan sistem pendingin atau perangkat lain yang mengambil udara luar ketika kondisi abu sedang berlangsung, kecuali sistem tersebut memang dirancang untuk menyaring udara dengan tepat.
Kalau Rumah Sudah Terlanjur Dipenuhi Abu?
Jangan langsung membuat seluruh abu beterbangan dengan sapu kering atau kipas.
Bersihkan secara perlahan dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai. Bila memungkinkan, lembapkan abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya agar partikel tidak mudah terangkat ke udara.
Jika abu sangat banyak, ikuti arahan dari pihak berwenang terkait prosedur pembersihan yang aman.
Bagaimana Jika Rumah Terasa Sangat Panas?
Kondisi panas juga perlu diperhatikan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Jika rumah menjadi sangat panas sementara udara luar masih dipenuhi abu, jangan mengambil risiko dengan membuka semua jendela tanpa mempertimbangkan kondisi udara. Ikuti informasi dari otoritas setempat dan pertimbangkan mencari tempat perlindungan yang lebih aman apabila kondisi rumah sudah tidak layak dihuni.
CDC juga mengingatkan bahwa pada hujan abu berat, seseorang mungkin tidak dapat bertahan di dalam bangunan terlalu lama jika terdapat risiko lain, seperti penumpukan abu yang membebani atap.
Kapan Harus Waspada?
Jika penghuni rumah mulai mengalami batuk berat, iritasi mata, sesak napas, atau rasa tidak nyaman setelah abu masuk ke dalam rumah, segera pindah ke area dengan kondisi udara yang lebih baik dan cari bantuan medis jika gejalanya berat.
Kesimpulan
Sebaiknya jangan menyalakan kipas secara sembarangan ketika abu vulkanik masuk rumah. Aliran udara dapat membuat abu yang sudah mengendap kembali beterbangan dan meningkatkan paparan.
Langkah yang lebih penting adalah menutup pintu dan jendela, mengurangi sumber polusi dalam rumah, membersihkan abu dengan cara yang tidak membuatnya beterbangan, serta menggunakan penyaring udara bila tersedia.
Kenyamanan memang penting, tetapi selama hujan abu berlangsung, menjaga udara yang dihirup tetap sebersih mungkin harus menjadi prioritas.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








