Berada di dalam rumah sering dianggap cukup untuk menghindari kabut asap. Padahal, udara berasap dari luar masih dapat masuk melalui jendela, pintu, celah bangunan, atau sistem ventilasi tertentu.
EPA menjelaskan bahwa kadar partikel asap di dalam rumah umumnya dapat lebih rendah daripada di luar, tetapi tetap bisa meningkat selama kondisi asap. Karena itu, sekadar masuk rumah belum tentu cukup untuk membuat paparan menjadi minimal.
Lalu, bagaimana cara membuat rumah menjadi tempat yang lebih nyaman dan mengurangi paparan asap?
1. Tutup Pintu dan Jendela Saat Asap Pekat
Ini merupakan langkah paling sederhana.
Ketika kualitas udara luar sedang buruk, tutup jendela dan pintu untuk mengurangi masuknya asap. EPA merekomendasikan menjaga bukaan rumah tetap tertutup selama kondisi asap buruk.
Namun, perlu diingat bahwa menutup jendela tidak membuat rumah otomatis bebas partikel. Asap tetap dapat masuk melalui berbagai celah dan sistem ventilasi.
2. Gunakan AC dengan Mode yang Tepat
Jika menggunakan AC atau sistem HVAC yang memiliki pilihan pemasukan udara luar, gunakan mode recirculate ketika kondisi luar sedang berasap.
Pengaturan ini membantu mengurangi udara luar yang masuk ke dalam ruangan.
Pada sistem HVAC, filter dengan efisiensi lebih tinggi juga dapat membantu menangkap partikel asap, selama sistem tersebut mampu mendukungnya. EPA menyebut filter MERV 13 atau setinggi yang dapat didukung sistem sebagai salah satu pilihan selama periode asap.
3. Gunakan Air Purifier Bila Tersedia
Air purifier dengan kemampuan menyaring partikel dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di dalam ruangan.
Alat tersebut paling bermanfaat ketika ditempatkan di ruangan yang sering digunakan, terutama kamar tidur atau ruang keluarga. EPA juga merekomendasikan portable air cleaner sebagai salah satu strategi untuk mengurangi paparan partikel asap di dalam rumah.
Pilih perangkat yang sesuai dengan ukuran ruangan dan ikuti petunjuk penggunaan serta penggantian filternya.
4. Buat Satu Ruangan dengan Udara Lebih Bersih
Jika sulit menjaga seluruh rumah tetap memiliki udara yang lebih bersih, pilih satu ruangan sebagai cleaner-air room.
Ruangan tersebut sebaiknya cukup nyaman untuk ditempati, memiliki sedikit bukaan ke luar, pintu dan jendela yang dapat ditutup, serta menggunakan air purifier jika tersedia.
Kamar tidur sering menjadi pilihan praktis karena digunakan dalam waktu lama.
5. Jangan Menambah Polusi di Dalam Rumah
Ketika udara luar sedang buruk, usahakan tidak melakukan aktivitas yang menghasilkan banyak partikel di dalam rumah.
Hindari misalnya:
- merokok atau vaping,
- membakar lilin atau dupa,
- membakar sesuatu di dalam rumah,
- menggunakan kompor atau alat pembakaran tanpa kebutuhan,
- menyemprot aerosol berlebihan,
- serta aktivitas memasak dengan panas tinggi, terutama menggoreng atau memanggang dalam waktu lama.
Aktivitas tersebut dapat meningkatkan polusi udara di dalam ruangan.
6. Perhatikan Filter AC dan Air Purifier
Filter yang sudah kotor tidak boleh dibiarkan terlalu lama.
Periksa kondisi filter secara berkala dan ikuti rekomendasi penggantian dari produsen. Selama periode asap yang berat, filter dapat menjadi kotor lebih cepat sehingga perlu diperiksa lebih sering.
7. Jangan Sembarangan Membuka Jendela
Ada anggapan bahwa membuka jendela sebentar selalu membuat udara rumah lebih segar.
Padahal, ketika udara di luar sedang penuh asap, membuka jendela justru dapat meningkatkan masuknya partikel ke dalam rumah. EPA menyarankan mengangin-anginkan rumah ketika kualitas udara luar membaik, bukan ketika kondisi asap sedang buruk.
Karena itu, perhatikan kualitas udara sebelum memutuskan kapan jendela sebaiknya dibuka.
8. Pantau Kondisi Udara
Jangan hanya mengandalkan apakah asap terlihat jelas atau tidak.
Kondisi udara dapat berubah sepanjang hari. Gunakan informasi kualitas udara dari sumber resmi di wilayah Anda untuk membantu menentukan kapan sebaiknya mengurangi aktivitas di luar atau mengangin-anginkan rumah.
9. Perhatikan Keluhan dari Penghuni Rumah
Jika setelah berada di rumah anggota keluarga tetap mengalami batuk, tenggorokan gatal, mata perih, atau sesak, kualitas udara dalam ruangan perlu diperhatikan.
Asap dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Anak-anak serta orang dengan penyakit paru atau jantung perlu mendapatkan perhatian lebih saat kondisi udara buruk.
Bagaimana Jika Rumah Terasa Terlalu Panas?
Ada situasi ketika menutup pintu dan jendela membuat rumah menjadi terlalu panas.
Kondisi ini juga tidak boleh diabaikan. EPA menyarankan menggunakan AC untuk menjaga ruangan tetap sejuk. Jika tidak memiliki AC dan kondisi terlalu panas untuk tetap berada di dalam rumah dengan jendela tertutup, pertimbangkan mencari tempat dengan udara yang lebih bersih dan nyaman.
Kesimpulan
Mengurangi paparan kabut asap di rumah bukan hanya soal menutup jendela. Kualitas udara di dalam rumah juga dipengaruhi oleh ventilasi, sistem AC, filter, sumber polusi dari aktivitas sehari-hari, serta seberapa banyak asap yang berhasil masuk dari luar.
Saat kabut asap pekat, tutup pintu dan jendela, gunakan AC dengan mode sirkulasi ulang bila tersedia, pertimbangkan air purifier, dan hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah. Bila memungkinkan, buat satu ruangan dengan udara yang lebih bersih sebagai tempat berkumpul atau beristirahat.
Dengan langkah sederhana tersebut, rumah dapat menjadi tempat perlindungan yang lebih baik ketika kualitas udara di luar sedang buruk.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








