Musim kemarau identik dengan cuaca panas, curah hujan yang rendah, dan kondisi lahan yang lebih kering. Dalam situasi tertentu, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan sehingga asap lebih mudah menyebar dan kualitas udara memburuk.
Ketika kabut asap terjadi, bukan hanya jarak pandang yang terganggu. Udara yang tercemar juga dapat memengaruhi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Lalu, mengapa kemarau panjang dapat membuat masalah kabut asap semakin berat dan apa dampaknya bagi tubuh?
Kenapa Kemarau Panjang Bisa Memperburuk Kabut Asap?
Saat kemarau berkepanjangan, vegetasi dan tanah dapat menjadi lebih kering. Kondisi yang kering dapat membuat kebakaran lebih mudah terjadi atau lebih sulit dikendalikan ketika ada sumber api.
Asap dari kebakaran kemudian dapat terbawa angin dan menyebar ke wilayah yang lebih luas.
Seberapa parah dampaknya bergantung pada banyak faktor, termasuk sumber asap, jumlah polutan di udara, kondisi angin, dan lamanya seseorang terpapar.
Apa yang Terdapat dalam Kabut Asap?
Asap dari kebakaran dapat mengandung berbagai partikel dan gas. Salah satu yang paling diperhatikan adalah partikel halus yang dapat masuk cukup jauh ke saluran pernapasan.
Semakin kecil ukuran partikel, semakin besar kemampuannya untuk masuk ke saluran pernapasan bagian dalam.
Karena itu, kabut asap perlu diperhatikan meskipun seseorang hanya mengalami keluhan ringan pada awalnya.
Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
1. Tenggorokan Terasa Kering dan Iritasi
Partikel dan polutan dari asap dapat mengiritasi tenggorokan sehingga terasa kering, gatal, atau tidak nyaman.
Sebagian orang juga dapat mengalami suara serak atau rasa mengganjal di tenggorokan.
2. Batuk Menjadi Lebih Sering
Batuk merupakan salah satu cara tubuh merespons iritan yang masuk ke saluran pernapasan.
Orang yang sebelumnya sudah mengalami batuk dapat merasakan keluhan yang semakin berat ketika kualitas udara memburuk.
3. Mata Perih dan Berair
Polutan di udara juga dapat mengiritasi permukaan mata sehingga mata terasa panas, merah, kering, atau berair.
4. Sesak pada Orang yang Rentan
Orang dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung tertentu dapat lebih rentan terhadap dampak polusi udara.
Kabut asap dapat memperburuk gejala yang sudah ada, seperti mengi, batuk, atau sesak.
5. Tubuh Terasa Tidak Nyaman
Paparan asap dapat membuat sebagian orang merasa sakit kepala, lelah, atau tidak nyaman, terutama ketika kualitas udara sangat buruk.
Namun, keluhan tersebut juga dapat memiliki penyebab lain sehingga perlu dilihat berdasarkan kondisi secara keseluruhan.
Apakah Kabut Asap Berdampak Sama pada Semua Orang?
Tidak.
Kelompok yang lebih sensitif terhadap polusi udara antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang yang memiliki penyakit paru atau jantung.
Mereka sebaiknya lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar ketika kualitas udara memburuk.
Bagaimana Mengurangi Dampak Kabut Asap?
Periksa Kualitas Udara
Jangan hanya mengandalkan kondisi langit. Periksa informasi kualitas udara dari sumber yang dapat dipercaya sebelum melakukan aktivitas di luar.
Batasi Aktivitas di Luar
Ketika kualitas udara sedang buruk, kurangi waktu berada di luar, terutama untuk aktivitas yang tidak mendesak.
Hindari Olahraga Berat di Luar
Aktivitas fisik membuat seseorang bernapas lebih cepat dan lebih dalam. Dalam kondisi udara tercemar, hal tersebut dapat meningkatkan jumlah polutan yang masuk ke saluran pernapasan.
Gunakan Perlindungan yang Sesuai
Jika harus keluar saat paparan partikel tinggi, respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel.
Jaga Udara di Dalam Rumah
Tutup pintu dan jendela saat asap sedang pekat dan gunakan penyaring udara jika tersedia. Hindari sumber asap tambahan seperti rokok atau pembakaran di dalam rumah.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Jangan abaikan sesak napas berat, nyeri dada, pingsan, kebingungan, bibir atau wajah membiru, atau kesulitan bernapas yang semakin memburuk.
Pada kondisi tersebut, segera cari pertolongan medis.
Kesimpulan
Kemarau panjang dapat menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran, dan asap yang dihasilkan dapat membuat kualitas udara memburuk. Paparan kabut asap dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan serta memperburuk kondisi tertentu seperti asma.
Untuk mengurangi risiko, periksa kualitas udara sebelum keluar, batasi aktivitas luar saat polusi tinggi, hindari olahraga berat di luar, dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai bila diperlukan.
Kemarau bukan hanya persoalan cuaca panas. Ketika disertai kabut asap, kesehatan pernapasan juga perlu menjadi perhatian.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








