Kenapa Tampilan RME Penting bagi Dokter dan Tenaga Kesehatan?

Ketika membahas Rekam Medis Elektronik atau RME, perhatian sering kali tertuju pada fitur, keamanan data, integrasi, dan biaya. Padahal, ada satu bagian yang sering dianggap sederhana tetapi sangat berpengaruh dalam penggunaan sehari-hari, yaitu tampilan sistem.

Bagi dokter dan tenaga kesehatan, RME bukan sekadar tempat menyimpan data pasien. Sistem digunakan saat proses pelayanan berlangsung. Karena itu, informasi harus dapat ditemukan, dipahami, dan dicatat dengan mudah.

Lalu, kenapa tampilan RME menjadi begitu penting?

Tampilan RME Berhubungan dengan Cara Tenaga Kesehatan Bekerja

Dokter dan tenaga kesehatan dapat menggunakan RME berkali-kali dalam satu hari. Mereka harus berpindah dari satu pasien ke pasien lainnya sambil melihat informasi klinis dan mendokumentasikan pelayanan.

Jika tampilan terlalu rumit, terlalu banyak menu, atau informasi penting sulit ditemukan, proses tersebut dapat menjadi lebih panjang.

Sebaliknya, tampilan yang terstruktur dapat membantu pengguna memahami di mana mereka harus melihat informasi dan langkah apa yang perlu dilakukan.

Informasi Penting Harus Mudah Ditemukan

Saat menangani pasien, dokter mungkin perlu melihat informasi seperti riwayat kunjungan, alergi, diagnosis sebelumnya, obat, atau hasil pemeriksaan.

SATUSEHAT sendiri mendokumentasikan berbagai jenis data pelayanan melalui resource seperti Patient, Encounter, Condition, Observation, Medication, dan lainnya. Struktur informasi yang jelas menjadi penting ketika data kesehatan semakin beragam.

Tampilan RME yang baik bukan berarti semua informasi harus ditampilkan sekaligus. Justru informasi perlu disusun berdasarkan kebutuhan sehingga pengguna tidak harus melewati terlalu banyak halaman untuk mendapatkan data yang relevan.

Mengurangi Langkah yang Tidak Perlu

Bayangkan seorang dokter harus membuka banyak menu hanya untuk melihat informasi dasar pasien atau menyelesaikan dokumentasi rutin.

Satu langkah mungkin terlihat sepele. Namun, apabila dilakukan puluhan kali dalam sehari, waktu yang terpakai dapat menjadi cukup besar.

Karena itu, desain RME sebaiknya memperhatikan jumlah klik, navigasi, posisi tombol, dan urutan pengisian.

Yang dicari bukan sekadar tampilan yang menarik, melainkan tampilan yang mendukung pekerjaan.

Tampilan yang Jelas Membantu Mencegah Kesalahan Penggunaan

Kesalahan dapat terjadi ketika pengguna salah memahami menu, melewatkan kolom tertentu, atau tidak menyadari bahwa informasi masih perlu dilengkapi.

Antarmuka yang jelas dapat membantu pengguna memahami mana informasi yang wajib diisi, mana yang bersifat tambahan, dan tindakan apa yang sedang dilakukan.

Namun, tampilan sistem bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas dokumentasi. Pelatihan, prosedur kerja, kompetensi pengguna, dan pengaturan sistem juga tetap berperan.

RME Harus Mengikuti Kebutuhan Pengguna, Bukan Sebaliknya

Salah satu pertanyaan penting ketika mengevaluasi RME adalah:

“Apakah tenaga kesehatan dapat menggunakan sistem ini dengan mudah dalam situasi pelayanan nyata?”

Pertanyaan tersebut berbeda dengan sekadar menanyakan apakah sistem memiliki banyak fitur.

Sebuah sistem bisa mempunyai banyak fungsi, tetapi apabila dokter kesulitan menemukan fitur yang dibutuhkan, manfaatnya belum tentu terasa.

Karena itu, pengguna langsung perlu dilibatkan saat memilih atau mengevaluasi RME.

Dokter dan Admin Bisa Membutuhkan Tampilan yang Berbeda

Tidak semua pengguna RME melakukan pekerjaan yang sama.

Dokter lebih banyak berinteraksi dengan informasi klinis dan dokumentasi pelayanan. Sementara itu, petugas administrasi mungkin lebih sering bekerja dengan pendaftaran, data pasien, atau proses administratif lainnya.

Tampilan yang baik perlu memperhatikan peran masing-masing pengguna sehingga informasi dan menu yang muncul tetap relevan.

Dengan pengaturan akses dan struktur tampilan yang sesuai, sistem dapat menjadi lebih mudah dipahami oleh setiap kelompok pengguna.

Bagaimana Menilai Tampilan RME?

Klinik dapat melakukan uji sederhana dengan meminta beberapa pengguna menyelesaikan pekerjaan sehari-hari menggunakan sistem.

Misalnya:

  • mencari riwayat pasien;
  • membuat catatan pelayanan;
  • memasukkan hasil pemeriksaan;
  • memberikan resep atau dokumentasi obat;
  • memperbarui data pasien.

Kemudian perhatikan apakah pengguna mudah menemukan menu, berapa banyak langkah yang dibutuhkan, dan bagian mana yang paling sering menimbulkan kebingungan.

Masukan tersebut dapat menjadi dasar untuk memperbaiki konfigurasi atau mempertimbangkan sistem lain.

Tampilan Bukan Sekadar Masalah Estetika

RME yang memiliki desain modern memang bisa terlihat menarik. Namun, kualitas antarmuka tidak hanya ditentukan oleh warna, ikon, atau bentuk tombol.

Yang lebih penting adalah keterbacaan, konsistensi, navigasi, struktur informasi, dan kemudahan menyelesaikan pekerjaan.

Hal ini semakin relevan karena RME menjadi bagian dari ekosistem pertukaran data kesehatan. SATUSEHAT menggunakan HL7 FHIR sebagai standar model data dan API untuk interoperabilitas.

Kesimpulan

Tampilan RME penting karena dokter dan tenaga kesehatan berinteraksi langsung dengan sistem saat memberikan pelayanan. Sistem yang mudah dinavigasi dapat membantu pengguna menemukan informasi dan menyelesaikan dokumentasi tanpa langkah yang tidak perlu.

Namun, RME yang baik bukan hanya yang tampilannya bagus. Sistem perlu memiliki alur kerja yang jelas, informasi yang mudah ditemukan, pengaturan pengguna yang sesuai, serta kemampuan untuk mendukung kebutuhan integrasi.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan tampilan RME bukan seberapa modern tampilannya, tetapi seberapa mudah sistem tersebut membantu tenaga kesehatan menyelesaikan pekerjaannya.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *