Kerja di Bawah Terik Saat Kabut Asap, Berapa Sering Sebaiknya Beristirahat?

Bekerja di bawah terik matahari sudah membuat tubuh membutuhkan lebih banyak perhatian. Ketika udara juga dipenuhi kabut asap, pekerja lapangan menghadapi tantangan tambahan.

Tubuh harus mengatasi panas sekaligus paparan asap. Pekerjaan fisik berat juga membuat napas menjadi lebih cepat, sehingga jumlah udara yang terhirup meningkat.

Karena itu, istirahat sebaiknya tidak menunggu sampai tubuh benar-benar kelelahan.

CDC menyebut pekerja luar ruangan lebih berisiko mengalami dehidrasi dan penyakit akibat panas. NIOSH juga merekomendasikan lebih sering beristirahat ketika suhu, kelembapan, sinar matahari, beban kerja, atau kondisi penggunaan alat pelindung meningkat.

Jadi, Berapa Sering Harus Beristirahat?

Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua pekerja.

Frekuensi istirahat perlu disesuaikan dengan:

  • suhu dan kelembapan,
  • paparan matahari,
  • intensitas pekerjaan,
  • berat atau jenis pakaian kerja,
  • penggunaan APD,
  • kondisi kualitas udara,
  • dan kemampuan pekerja beradaptasi terhadap panas.

NIOSH menyarankan memperpendek periode kerja dan memperpanjang atau memperbanyak istirahat ketika kondisi panas dan beban kerja meningkat.

Artinya, ketika kabut asap dan panas sama-sama berat, pola kerja-istirahat perlu dibuat lebih konservatif.

Jangan Menunggu Sampai Tubuh “Drop”

Pekerja sebaiknya beristirahat ketika mulai merasakan ketidaknyamanan akibat panas.

CDC menganjurkan pekerja yang merasa lemas atau hampir pingsan untuk segera menghentikan aktivitas dan menuju tempat yang sejuk.

Tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

  • sangat haus,
  • sakit kepala,
  • pusing,
  • tubuh terasa lemah,
  • mual,
  • kram otot,
  • atau berkeringat sangat banyak.

Gejala tersebut dapat menjadi tanda awal masalah akibat panas.

Saat Kabut Asap Juga Pekat, Istirahat di Mana?

Lokasi istirahat sangat penting.

Beristirahat di pinggir jalan yang masih penuh asap tidak memberikan pengurangan paparan yang optimal.

NIOSH menyarankan pekerja mengambil istirahat di tempat yang bebas asap atau memiliki paparan lebih rendah. Jika memungkinkan, tugas juga dapat dipindahkan ke area yang lebih bersih.

Tempat istirahat idealnya sekaligus lebih sejuk dan memiliki udara yang lebih bersih.

Bagaimana Mengatur Pola Kerja-Istirahat?

Kurangi waktu kerja saat panas dan asap meningkat

Ketika suhu, kelembapan, sinar matahari, atau beban kerja meningkat, periode kerja perlu dipersingkat dan waktu istirahat diperbanyak.

Jadwalkan pekerjaan pada waktu yang lebih sejuk

CDC menyarankan mempertimbangkan penjadwalan pekerjaan lebih awal atau lebih lambat untuk menghindari panas tengah hari jika pekerjaan memungkinkan.

Kurangi pekerjaan fisik berat

NIOSH menyarankan mengurangi aktivitas fisik, terutama pekerjaan berat, ketika paparan asap tinggi. Tugas dapat dipindahkan, dijadwalkan ulang, atau dilakukan dengan cara yang menurunkan beban fisik jika memungkinkan.

Jangan Lupa Minum

Hidrasi perlu menjadi bagian dari jadwal kerja, bukan sesuatu yang baru dilakukan ketika sangat haus.

NIOSH merekomendasikan air tersedia dekat area kerja dan mudah dijangkau. Untuk aktivitas sedang dalam kondisi panas yang berlangsung kurang dari dua jam, panduan NIOSH menggunakan sekitar 1 cangkir air setiap 15–20 menit sebagai acuan. Jika berkeringat selama beberapa jam, minuman dengan elektrolit seimbang dapat dipertimbangkan.

Namun, kebutuhan cairan setiap orang dan setiap pekerjaan berbeda.

Bagaimana Jika Menggunakan APD?

Pakaian atau alat pelindung tertentu dapat meningkatkan beban panas karena menghambat pelepasan panas dari tubuh.

NIOSH memasukkan penggunaan pakaian pelindung atau PPE sebagai salah satu kondisi yang dapat membuat periode kerja perlu dipersingkat dan waktu istirahat ditambah.

Karena itu, pemakaian APD perlu disertai pengaturan kerja-istirahat yang sesuai.

Apa yang Dilakukan Jika Kualitas Udara Memburuk?

Jangan hanya melihat suhu.

NIOSH menyarankan pemantauan kualitas udara secara berkala dan, bila memungkinkan, memindahkan pekerjaan ke lokasi atau waktu yang lebih sedikit asapnya. Pengurangan aktivitas fisik dan istirahat lebih sering di area bebas asap juga merupakan bagian dari strategi pengendalian paparan.

Jika pekerjaan dapat dilakukan di dalam ruangan, pastikan ruang kerja memiliki kualitas udara yang lebih baik. Sistem HVAC dapat diatur untuk mengurangi udara luar ketika asap tinggi, dan penyaringan dengan filter efisiensi tinggi dapat dipertimbangkan sesuai kemampuan sistem.

Kapan Pekerja Harus Segera Berhenti?

Jangan menunggu jadwal istirahat berikutnya apabila muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Pekerja harus segera menghentikan aktivitas dan menuju tempat sejuk serta lebih aman ketika merasa sangat lemas, pusing, hampir pingsan, atau mengalami gejala lain yang mengarah pada gangguan akibat panas.

Jika muncul kesulitan bernapas, nyeri dada, kebingungan, atau penurunan kondisi yang nyata, pertolongan medis segera diperlukan.

Perusahaan Punya Peran Besar

Pekerja tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang bertanggung jawab menentukan kapan harus istirahat.

CDC/NIOSH merekomendasikan pemberi kerja menyediakan air, area teduh atau dingin, melakukan pemantauan kondisi panas, menerapkan aklimatisasi, dan memastikan pekerja memiliki kesempatan mengambil jeda yang cukup. Untuk paparan asap, perusahaan juga dapat memantau kualitas udara, memindahkan pekerjaan, atau menyesuaikan jadwal dan intensitas kerja.

Kesimpulan

Tidak ada aturan sederhana seperti “istirahat setiap sekian menit” yang berlaku untuk semua pekerja lapangan. Ketika kabut asap dan cuaca panas terjadi bersamaan, waktu kerja dan istirahat perlu disesuaikan dengan suhu, kelembapan, sinar matahari, beban pekerjaan, APD, serta kualitas udara.

Istirahat sebaiknya dilakukan di tempat yang lebih sejuk dan minim asap, disertai hidrasi yang cukup. Bila memungkinkan, pekerjaan berat dijadwalkan pada waktu yang lebih sejuk atau dipindahkan ke area dengan paparan lebih rendah.

Yang terpenting, jangan menunggu sampai tubuh benar-benar lemas untuk beristirahat. Tanda-tanda tubuh perlu diperlakukan sebagai sinyal untuk mengurangi beban kerja dan paparan.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *