Jadwal kerja atau kuliah yang padat sering membuat waktu makan menjadi serba terburu-buru. Baru duduk, makanan langsung dihabiskan karena masih ada meeting, tugas, atau pekerjaan lain yang menunggu.
Kebiasaan makan cepat memang terlihat seperti cara praktis menghemat waktu. Namun, pada sebagian orang, makan terlalu cepat justru dapat membuat perut terasa penuh, begah, kembung, atau lebih sering bersendawa.
Rasa begah sendiri merupakan salah satu keluhan yang dapat muncul pada gangguan pencernaan. NIDDK menjelaskan bahwa keluhan pencernaan dapat berupa rasa cepat kenyang, perut terasa penuh setelah makan sedikit, kembung, mual, dan sendawa.
Kenapa Makan Cepat Bisa Bikin Begah?
Salah satu alasannya adalah udara yang ikut tertelan ketika makan terlalu cepat.
Healthdirect menjelaskan bahwa makan terlalu cepat dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara, yang kemudian dapat berkontribusi terhadap gas dan rasa kembung.
Selain itu, ketika makan terburu-buru, seseorang bisa kurang memperhatikan proses mengunyah dan jumlah makanan yang sudah masuk.
1. Lebih banyak udara yang tertelan
Saat makan cepat, berbicara sambil makan, atau makan dengan terburu-buru, udara dapat ikut masuk ke saluran pencernaan.
Udara yang terkumpul dapat menyebabkan sendawa, perut terasa penuh, atau kembung.
2. Makanan masuk terlalu cepat
Makan dengan tergesa-gesa juga membuat seseorang lebih mudah menghabiskan makanan dalam waktu singkat.
Akibatnya, tubuh mungkin belum sempat memberikan sensasi kenyang ketika makanan masih terus dikonsumsi.
3. Jenis makanan yang dipilih juga berpengaruh
Begah tidak selalu disebabkan oleh kecepatan makan. Makanan tertentu, minuman berkarbonasi, intoleransi terhadap makanan tertentu, sembelit, dan beberapa gangguan pencernaan juga dapat menyebabkan kembung.
Karena itu, penting melihat pola secara keseluruhan.
Bagaimana Kebiasaan Makan Cepat Terjadi?
Bagi Gen Z yang menjalani banyak aktivitas sekaligus, makan cepat bisa terbentuk tanpa disadari.
Misalnya, makan sambil membuka laptop, mengecek chat, mengejar jadwal kelas, atau menyelesaikan pekerjaan. Lama-kelamaan, tubuh terbiasa makan dengan tempo yang sangat cepat.
Masalahnya, kebiasaan tersebut dapat membuat waktu makan bukan lagi menjadi kesempatan untuk makan dengan tenang.
Cara Mengurangi Begah Saat Makan
Luangkan waktu untuk makan
Tidak harus makan dalam waktu yang sangat lama. Yang penting, hindari menghabiskan makanan sambil terburu-buru.
Kunyah makanan dengan lebih baik
Berikan waktu untuk mengunyah sebelum menelan. Kebiasaan ini juga dapat membantu memperlambat tempo makan.
Kurangi distraksi
Cobalah tidak makan sambil sibuk membalas chat, menonton video, atau mengerjakan pekerjaan lain.
Dengan lebih memperhatikan makanan, seseorang dapat lebih sadar terhadap kecepatan dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Kurangi minuman berkarbonasi jika mudah kembung
Minuman bersoda dapat menambah gas dalam saluran pencernaan pada sebagian orang.
Perhatikan makanan yang menjadi pemicu
Jika begah berulang, coba catat makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum keluhan muncul. Cara ini dapat membantu menemukan pola pemicu.
Apakah Begah Setelah Makan Selalu Berbahaya?
Tidak.
Begah sesekali cukup umum dan sering kali tidak menunjukkan masalah serius. Namun, jika keluhan terjadi terus-menerus, semakin berat, atau mulai mengganggu pola makan dan aktivitas, penyebabnya perlu diperiksa.
NIDDK menyebut bahwa gangguan pencernaan yang menetap dapat berkaitan dengan berbagai kondisi pada saluran pencernaan.
Kapan Perlu ke Dokter?
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika begah sering terjadi atau disertai gejala seperti:
- sakit perut yang menetap atau berat,
- muntah berulang,
- sulit menelan,
- penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas,
- perubahan pola buang air besar yang menetap,
- atau darah pada muntah maupun tinja.
Gejala seperti nyeri dada, kesulitan menelan, muntah berdarah, atau nyeri perut yang berat juga merupakan tanda yang perlu segera mendapat evaluasi medis.
Kesimpulan
Makan terlalu cepat saat sibuk dapat membuat perut lebih mudah terasa begah, salah satunya karena lebih banyak udara yang tertelan. Namun, kembung juga dapat dipengaruhi oleh jenis makanan, minuman, sembelit, intoleransi makanan, dan kondisi pencernaan tertentu.
Daripada terus makan terburu-buru, coba berikan sedikit lebih banyak waktu untuk makan, kunyah dengan baik, dan kurangi distraksi saat makan.
Jika rasa begah terus berulang atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, jangan hanya menyalahkan kebiasaan makan cepat. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








