Naik motor selama 30 menit mungkin terdengar seperti perjalanan biasa. Namun, ketika kabut asap sedang menyelimuti wilayah, pengendara berada langsung di udara luar sehingga berpotensi terpapar partikel polusi sepanjang perjalanan.
Lalu, apakah 30 menit berkendara bisa dianggap sebentar? Dan seberapa besar paparan yang diterima tubuh?
Jawabannya tidak bisa ditentukan hanya berdasarkan durasi. Tingkat polusi, kondisi jalan, kecepatan angin, rute, dan kualitas udara saat perjalanan sangat memengaruhi besarnya paparan.
Kenapa Pengendara Motor Lebih Mudah Terpapar?
Motor tidak memiliki kabin yang memisahkan pengendara dari udara luar. Artinya, ketika melewati wilayah dengan konsentrasi asap atau partikel tinggi, udara tersebut langsung berada di sekitar wajah dan saluran pernapasan.
Semakin buruk kualitas udara dan semakin lama perjalanan, semakin besar peluang tubuh terpapar polutan.
Apakah 30 Menit Termasuk Paparan yang Lama?
Tidak ada batas waktu universal yang dapat mengatakan bahwa 30 menit selalu aman atau berbahaya.
Perjalanan 30 menit di udara yang relatif bersih tentu berbeda dengan perjalanan 30 menit ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Selain itu, rute yang melewati jalan ramai kendaraan dapat memberikan paparan tambahan dari emisi kendaraan.
Jadi, durasi harus dilihat bersama kualitas udara.
Apa yang Bisa Terjadi pada Tubuh?
Paparan asap dan partikel dapat menyebabkan keluhan seperti:
- Mata perih atau berair.
- Tenggorokan kering atau gatal.
- Batuk.
- Hidung terasa tidak nyaman.
- Sakit kepala.
- Napas terasa berat pada sebagian orang.
Orang dengan asma, penyakit paru, atau penyakit jantung dapat lebih sensitif terhadap polusi udara.
Bagaimana Mengurangi Paparan Saat Naik Motor?
Periksa Kualitas Udara Sebelum Berangkat
Jangan hanya melihat apakah langit tampak berkabut. Periksa informasi kualitas udara dari sumber resmi atau terpercaya.
Jika perjalanan tidak mendesak dan kualitas udara sangat buruk, menundanya merupakan pilihan yang lebih baik.
Kurangi Waktu di Jalan
Pilih rute yang lebih singkat jika memungkinkan. Hindari perjalanan tambahan yang tidak diperlukan ketika kualitas udara sedang buruk.
Gunakan Respirator yang Sesuai
Respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus saat harus berada di luar.
Pastikan respirator menutup hidung dan mulut dengan rapat. Masker yang longgar memberikan perlindungan yang lebih terbatas.
Gunakan Helm yang Tepat
Helm berfungsi terutama untuk melindungi kepala dari cedera dan dapat mengurangi paparan langsung ke wajah, tetapi helm bukan alat penyaring udara.
Karena itu, helm dan perlindungan pernapasan memiliki fungsi yang berbeda.
Kurangi Aktivitas Fisik Tambahan
Saat kualitas udara sedang buruk, hindari aktivitas fisik berat tambahan di luar, terutama jika tidak diperlukan. Bernapas lebih cepat dan dalam dapat meningkatkan jumlah udara tercemar yang masuk ke saluran pernapasan.
Apakah Setelah Sampai Rumah Paparan Langsung Berhenti?
Paparan dari udara luar memang berkurang ketika sudah berada di lingkungan yang lebih bersih. Namun, partikel dapat menempel pada pakaian, rambut, atau kulit.
Setelah perjalanan, cuci tangan dan wajah. Jika pakaian terpapar asap cukup lama, menggantinya dapat membantu mengurangi kontak dengan residu yang menempel.
Kapan Sebaiknya Tidak Naik Motor?
Pertimbangkan untuk menunda perjalanan jika kualitas udara sangat buruk, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, atau orang dengan asma dan penyakit jantung maupun paru.
Bila perjalanan wajib dilakukan, kurangi durasi dan gunakan perlindungan yang sesuai.
Kapan Harus Waspada?
Jika setelah berkendara muncul sesak napas, mengi, dada terasa berat, pusing berat, atau batuk yang semakin parah, segera hentikan aktivitas dan pindah ke tempat dengan udara yang lebih bersih.
Jika mengalami sesak napas berat atau nyeri dada, segera cari pertolongan medis.
Kesimpulan
Naik motor selama 30 menit saat kabut asap tidak memiliki tingkat risiko yang sama pada setiap kondisi. Besarnya paparan bergantung pada kualitas udara, durasi perjalanan, rute, dan kondisi kesehatan seseorang.
Periksa kualitas udara sebelum berangkat, batasi perjalanan ketika polusi tinggi, gunakan respirator yang sesuai, dan jangan memaksakan diri jika tubuh mulai menunjukkan gejala.
Yang terpenting, jangan menjadikan angka “30 menit” sebagai patokan bahwa perjalanan otomatis aman. Kondisi udara jauh lebih menentukan.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








