Saat kabut asap muncul, menggunakan masker menjadi salah satu cara yang sering dilakukan untuk mengurangi paparan udara yang tercemar. Namun, tidak sedikit orang yang tetap mengalami tenggorokan kering, gatal, terasa mengganjal, atau bahkan batuk meskipun sudah memakai masker.
Lantas, kenapa tenggorokan masih terasa tidak nyaman? Apakah berarti masker yang digunakan tidak berguna?
Jawabannya tidak selalu demikian. Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel tertentu, tetapi tingkat perlindungannya sangat dipengaruhi oleh jenis masker, cara pemakaian, dan seberapa lama seseorang berada di lingkungan yang berasap.
Mengapa Tenggorokan Bisa Tetap Tidak Nyaman?
Asap mengandung campuran partikel dan gas yang dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan. Paparan tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti tenggorokan gatal, batuk, hidung berair, dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Ada beberapa alasan mengapa keluhan tetap muncul meski sudah memakai masker.
1. Jenis masker yang digunakan belum cukup melindungi
Tidak semua masker memberikan perlindungan yang sama terhadap partikel asap. Masker kain, misalnya, tidak dirancang untuk menyaring partikel asap secara efektif.
Respirator partikulat seperti N95 yang dipasang dengan benar dapat membantu mengurangi paparan partikel asap. EPA juga menekankan bahwa kecocokan masker dengan wajah penting agar celah di sekitar masker dapat diminimalkan.
2. Masker terlalu longgar
Masker yang memiliki celah di bagian hidung, pipi, atau dagu dapat membuat udara dari luar masuk melalui sisi masker.
Karena itu, selain memilih jenis masker yang sesuai, penting memastikan masker terpasang rapat dan mengikuti petunjuk penggunaan dari produsennya.
3. Paparan asap terlalu lama
Masker bukan berarti seseorang bebas berada di tengah kabut asap dalam waktu lama. Semakin lama terpapar udara yang tercemar, semakin besar peluang munculnya iritasi.
Mengurangi waktu di luar ruangan ketika kualitas udara buruk tetap menjadi langkah penting untuk mengurangi paparan.
4. Tenggorokan sudah terlanjur mengalami iritasi
Rasa tidak nyaman juga dapat bertahan meskipun seseorang sudah masuk ke ruangan yang udaranya lebih bersih. Setelah terpapar asap, tenggorokan membutuhkan waktu untuk kembali nyaman.
Keluhan ringan seperti iritasi tenggorokan dan batuk dapat terjadi setelah paparan asap dan pada sebagian orang membaik ketika kualitas udara kembali lebih baik.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Selain memakai masker yang tepat, beberapa kebiasaan dapat membantu mengurangi paparan.
Kurangi aktivitas di luar ruangan
Saat udara sedang berasap, cobalah mengurangi waktu berada di luar, terutama untuk aktivitas yang tidak mendesak. Aktivitas fisik berat juga sebaiknya dikurangi karena membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dapat meningkatkan jumlah udara yang dihirup.
Pilih ruangan dengan udara lebih bersih
Menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik dapat membantu mengurangi paparan asap.
Jangan hanya mengandalkan masker
Masker merupakan salah satu lapisan perlindungan, tetapi mengurangi sumber paparan tetap penting. Memantau kualitas udara dan membatasi aktivitas di luar saat kondisi buruk dapat membantu.
Perhatikan kondisi tubuh
Jika tenggorokan mulai terasa sangat kering, batuk semakin sering, muncul mengi, atau napas terasa tidak nyaman, jangan memaksakan diri tetap beraktivitas di luar.
Kapan Harus ke Dokter?
Tenggorokan gatal atau batuk ringan dapat terjadi akibat iritasi asap. Namun, keluhan yang lebih berat perlu mendapat perhatian.
Segera cari pertolongan medis apabila muncul kesulitan bernapas, sesak yang berat, mengi, nyeri dada, atau gejala yang tidak membaik. Orang dengan penyakit paru atau jantung juga perlu lebih berhati-hati terhadap paparan asap.
Kesimpulan
Memakai masker saat kabut asap tetap dapat menjadi langkah perlindungan, tetapi bukan berarti tenggorokan pasti terbebas dari iritasi. Jenis masker, tingkat kerapatan, lamanya paparan, dan kualitas udara tetap berpengaruh.
Jika tenggorokan terasa tidak nyaman, kurangi paparan asap, pilih udara yang lebih bersih, dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai. Jangan abaikan gejala seperti sesak, mengi, atau nyeri dada karena dapat memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








