Bagi penderita asma, kabut asap bukan sekadar membuat udara terlihat keruh. Partikel dan polutan di udara dapat mengiritasi saluran pernapasan dan pada sebagian orang memicu atau memperburuk gejala asma.
Batuk, sesak napas, dada terasa berat, atau napas berbunyi dapat muncul ketika saluran pernapasan mengalami penyempitan.
Karena itu, ketika kualitas udara memburuk, penderita asma perlu lebih berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Kenapa Kabut Asap Bisa Memicu Gejala Asma?
Kabut asap dapat mengandung partikel halus dan polutan yang dapat masuk ke saluran pernapasan.
Bagi orang dengan asma, saluran napas lebih sensitif terhadap berbagai pemicu. Paparan polusi dapat menyebabkan peradangan atau penyempitan saluran napas sehingga gejala menjadi lebih mudah muncul.
Besarnya dampak dapat berbeda pada setiap orang.
Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari
1. Tetap Berolahraga Berat di Luar Ruangan
Jogging, bersepeda, atau olahraga intens di luar membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dalam.
Ketika udara sedang tercemar, kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan terhadap polutan. Sebaiknya pindahkan aktivitas fisik ke ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik atau kurangi intensitas ketika kualitas udara buruk.
2. Keluar Rumah Tanpa Memperhatikan Kondisi Udara
Jangan hanya mengandalkan penglihatan untuk menentukan apakah udara aman.
Kabut yang terlihat tipis belum tentu berarti konsentrasi partikelnya rendah. Periksa informasi kualitas udara setempat sebelum melakukan aktivitas di luar.
3. Mengabaikan Gejala Awal
Batuk yang semakin sering, dada terasa berat, napas berbunyi, atau sesak tidak sebaiknya dianggap sebagai keluhan biasa akibat cuaca.
Mengenali gejala sejak awal dapat membantu seseorang mengambil langkah yang tepat sebelum kondisi semakin berat.
4. Menghentikan Obat Asma Tanpa Arahan Dokter
Jika dokter telah memberikan obat pengontrol atau obat pereda untuk asma, gunakan sesuai instruksi.
Jangan menghentikan atau mengubah dosis obat sendiri hanya karena gejala sedang membaik.
5. Merokok atau Terpapar Asap Rokok
Asap rokok merupakan salah satu iritan yang dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan.
Saat kabut asap terjadi, hindari merokok dan sebisa mungkin jauhi lingkungan yang penuh asap.
6. Membakar Sampah atau Menghasilkan Asap di Rumah
Saat rumah tertutup untuk mengurangi masuknya kabut asap, jangan justru menambah polusi dari dalam rumah.
Hindari membakar sampah, dupa, atau aktivitas lain yang menghasilkan banyak asap tanpa ventilasi yang memadai.
Apa yang Sebaiknya Dilakukan?
Usahakan mengurangi paparan ketika kualitas udara buruk. Tetap berada di dalam ruangan yang memiliki kualitas udara lebih baik dan pastikan rumah tidak memiliki sumber polusi tambahan.
Jika harus keluar, gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel. Namun, perlindungan tersebut bukan alasan untuk melakukan aktivitas fisik berat di luar ketika kualitas udara sangat buruk.
Tetap siapkan obat asma sesuai rencana penanganan yang telah diberikan dokter.
Bagaimana dengan Air Purifier?
Air purifier dengan filter yang sesuai dapat membantu mengurangi partikel di udara dalam ruangan.
Jika menggunakannya, pilih perangkat yang sesuai dengan ukuran ruangan dan rawat filternya secara teratur.
Namun, air purifier bukan pengganti pengobatan asma dan tidak menghilangkan kebutuhan untuk mengurangi sumber polusi.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Jangan menunda pertolongan medis jika sesak napas berat, sulit berbicara karena kehabisan napas, bibir atau wajah tampak kebiruan, merasa sangat lemas, atau gejala tidak membaik dengan obat pereda yang telah diresepkan.
Kondisi tersebut dapat merupakan tanda serangan asma berat yang memerlukan penanganan segera.
Kesimpulan
Penderita asma perlu lebih waspada saat kabut asap karena polusi udara dapat memicu atau memperburuk gejala. Hindari olahraga berat di luar, paparan asap rokok, aktivitas yang menghasilkan asap, serta menghentikan obat tanpa arahan dokter.
Perhatikan kualitas udara, kurangi paparan, dan ikuti rencana penanganan asma yang telah diberikan tenaga kesehatan. Jika muncul sesak napas berat atau gejala yang memburuk, segera cari pertolongan medis.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








