Sering Memijat Leher Sendiri Saat Pegal, Apakah Selalu Aman?

Leher terasa pegal setelah bekerja lama di depan laptop, menatap smartphone, atau salah posisi tidur? Banyak orang secara spontan langsung memijat leher sendiri untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Memijat memang dapat terasa melegakan. Namun, tidak semua keluhan leher sebaiknya diatasi dengan pijatan, terutama jika dilakukan terlalu keras atau dengan gerakan memutar dan menekan leher secara berlebihan.

Lantas, apakah memijat leher sendiri selalu aman?

Kenapa Leher Sering Terasa Pegal?

Keluhan leher dapat muncul karena berbagai hal. Salah satunya adalah posisi tubuh yang kurang baik dalam waktu lama.

Misalnya, terlalu lama menunduk melihat smartphone atau duduk di depan komputer. Otot leher dan bahu dapat mengalami ketegangan sehingga muncul rasa kaku, pegal, atau tidak nyaman.

Kurang bergerak, stres, dan posisi tidur yang kurang nyaman juga dapat berkontribusi terhadap keluhan tersebut.

Mengapa Memijat Leher Terasa Melegakan?

Pijatan ringan dapat memberikan rasa nyaman pada otot yang tegang. Sentuhan dan tekanan ringan juga dapat membantu seseorang merasa lebih rileks.

Karena itu, tidak mengherankan jika banyak orang spontan memijat area yang terasa pegal.

Namun, rasa nyaman setelah dipijat bukan berarti semua cara memijat leher aman dilakukan.

Kapan Memijat Leher Bisa Menjadi Masalah?

1. Menekan Terlalu Keras

Leher merupakan area yang cukup sensitif. Memijat terlalu keras dapat menyebabkan rasa nyeri bertambah atau membuat otot semakin tidak nyaman.

2. Memutar atau “Membunyikan” Leher Secara Paksa

Sebagian orang terbiasa memutar leher sampai terdengar bunyi. Kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan secara kasar atau berulang dengan tujuan memaksa leher berbunyi.

Gerakan yang terlalu kuat dapat menimbulkan cedera pada struktur di sekitar leher.

3. Memijat Saat Ada Gejala yang Tidak Biasa

Tidak semua nyeri leher berasal dari ketegangan otot biasa. Jika keluhan disertai kesemutan, mati rasa, kelemahan pada tangan, nyeri yang menjalar, atau setelah mengalami benturan, jangan mengandalkan pijatan sendiri.

Keluhan seperti ini memerlukan perhatian lebih lanjut.

Bagaimana Cara yang Lebih Aman?

Jika pegal terasa ringan dan kemungkinan berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, beberapa langkah sederhana dapat dicoba.

Lakukan peregangan ringan. Gerakkan leher secara perlahan dalam batas nyaman. Jangan memaksakan rentang gerak.

Perbaiki posisi kerja. Pastikan layar berada pada posisi yang nyaman dan hindari terlalu lama menunduk.

Berikan waktu istirahat. Jangan berada dalam posisi yang sama selama berjam-jam.

Gunakan kompres hangat bila nyaman. Pada sebagian orang, panas dapat membantu membuat otot terasa lebih rileks.

Bila ingin memijat, lakukan secara lembut. Hindari tekanan kuat dan gerakan tiba-tiba.

Kapan Harus Berhenti Memijat dan Berkonsultasi?

Sebaiknya jangan terus memijat sendiri jika nyeri semakin berat, berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai gejala seperti mati rasa, kesemutan, kelemahan tangan, pusing berat, gangguan keseimbangan, atau keluhan setelah cedera.

Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan.

Kesimpulan

Memijat leher sendiri tidak selalu berbahaya, terutama jika hanya berupa sentuhan atau pijatan ringan pada otot yang terasa tegang. Namun, memijat terlalu keras, memutar leher secara paksa, atau melakukan pijatan ketika terdapat gejala tertentu dapat berisiko.

Daripada hanya mengandalkan pijatan, perhatikan juga kebiasaan yang menyebabkan leher pegal, seperti terlalu lama menunduk atau duduk dalam posisi yang sama. Jika keluhan menetap atau disertai gejala lain, sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *