Sering Menunda Tidur Meski Mengantuk, Kenali Revenge Bedtime Procrastination

Sudah Mengantuk, Tapi Tetap Tidak Mau Tidur?

Pernah berkata, “Cuma lima menit lagi scrolling,” tetapi tiba-tiba waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari?

Kebiasaan ini banyak dialami oleh pekerja, mahasiswa, hingga Gen Z yang merasa waktu luangnya terlalu sedikit. Meski tubuh sudah lelah dan mengantuk, mereka tetap menunda tidur demi menikmati waktu untuk diri sendiri.

Fenomena ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination.


Apa Itu Revenge Bedtime Procrastination?

Revenge bedtime procrastination adalah kebiasaan menunda waktu tidur tanpa alasan yang benar-benar diperlukan, meskipun seseorang sadar bahwa ia harus bangun pagi keesokan harinya.

Istilah ini muncul karena seseorang seolah “membalas” padatnya aktivitas sepanjang hari dengan mengambil waktu pribadi di malam hari, walaupun harus mengorbankan waktu tidur.

Misalnya:

  • Scroll media sosial selama berjam-jam.
  • Menonton serial hingga larut malam.
  • Bermain game.
  • Berbelanja online.
  • Menonton video pendek tanpa henti.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Beberapa faktor yang dapat memicu kebiasaan ini antara lain:

1. Terlalu Sibuk pada Siang Hari

Jadwal yang padat membuat seseorang merasa tidak memiliki waktu untuk melakukan hal yang disukai.

Akhirnya, malam hari menjadi satu-satunya waktu untuk “me time”.


2. Kebiasaan Menggunakan Gadget

Media sosial, video pendek, dan notifikasi yang terus muncul membuat seseorang sulit berhenti menggunakan ponsel.

Semakin lama digunakan, semakin besar keinginan untuk terus scrolling.


3. Ingin Mengurangi Stres

Sebagian orang menggunakan hiburan digital sebagai cara melepas penat setelah bekerja atau belajar.

Sayangnya, jika dilakukan hingga larut malam, manfaat relaksasinya justru berubah menjadi gangguan tidur.


4. Sulit Mengatur Waktu

Kurangnya perencanaan aktivitas membuat waktu luang di siang hari menjadi sangat terbatas sehingga malam hari digunakan untuk mengejar berbagai hal yang tertunda.


Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat menyebabkan:

  • Kurang tidur.
  • Sulit bangun pagi.
  • Mudah mengantuk saat bekerja atau belajar.
  • Konsentrasi menurun.
  • Mood lebih mudah berubah.
  • Produktivitas menurun.

Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kesehatan mental.


Cara Mengatasi Kebiasaan Menunda Tidur

Beberapa langkah yang dapat dicoba:

  • Tetapkan jam tidur yang konsisten setiap hari.
  • Matikan notifikasi yang tidak penting pada malam hari.
  • Hindari penggunaan gadget sekitar 30–60 menit sebelum tidur.
  • Sisihkan waktu khusus untuk melakukan hobi pada siang atau sore hari.
  • Gunakan fitur pengingat atau pembatas waktu penggunaan aplikasi.
  • Lakukan aktivitas relaksasi seperti membaca buku atau meditasi ringan sebelum tidur.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera konsultasikan jika:

  • Sulit tidur berlangsung selama beberapa minggu.
  • Mengantuk berat pada siang hari.
  • Sulit berkonsentrasi akibat kurang tidur.
  • Gangguan tidur mulai memengaruhi pekerjaan, sekolah, atau hubungan sosial.
  • Muncul gejala cemas atau depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter dapat membantu mencari penyebab gangguan tidur dan memberikan penanganan yang sesuai.


Kesimpulan

Revenge bedtime procrastination merupakan kebiasaan menunda tidur demi menikmati waktu luang setelah menjalani hari yang padat. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini dapat menurunkan kualitas tidur, mengganggu produktivitas, dan berdampak pada kesehatan jika dilakukan terus-menerus. Mengatur waktu dengan lebih baik dan membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dapat membantu membangun pola tidur yang lebih sehat.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *