Leher Terasa Tegang Padahal Tidak Cedera?
Pernah merasa leher kaku, berat, atau tegang setelah menjalani hari yang sibuk?
Keluhan ini cukup sering dialami, terutama oleh orang yang banyak bekerja di depan laptop, sering menggunakan smartphone, atau sedang mengalami tekanan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Stres memang dapat berkontribusi terhadap ketegangan otot. Namun, leher yang terasa tegang juga bisa disebabkan oleh posisi tubuh, kurang bergerak, hingga aktivitas tertentu.
Bagaimana Stres Bisa Membuat Leher Tegang?
Ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat masuk ke kondisi waspada. Otot tertentu, termasuk otot di sekitar leher dan bahu, dapat menjadi lebih tegang.
Jika stres berlangsung cukup lama, ketegangan tersebut bisa terasa seperti:
- Leher kaku.
- Bahu terasa berat.
- Nyeri di bagian belakang kepala.
- Sulit menggerakkan leher.
- Rasa tidak nyaman hingga ke punggung atas.
Inilah salah satu alasan mengapa seseorang dapat merasakan leher dan bahu semakin tegang ketika sedang banyak pikiran.
Bukan Hanya Stres, Ini Penyebab Lainnya
1. Terlalu Lama Menatap Laptop
Duduk berjam-jam dengan posisi kepala condong ke depan dapat membuat otot leher bekerja lebih keras.
Kebiasaan ini sering terjadi pada pekerja kantoran, mahasiswa, maupun orang yang bekerja dari rumah.
2. Terlalu Sering Menunduk Melihat HP
Menatap smartphone dalam posisi kepala menunduk dalam waktu lama dapat meningkatkan beban pada leher.
Jika dilakukan berulang setiap hari, leher dapat terasa semakin kaku dan tidak nyaman.
3. Posisi Tidur Kurang Nyaman
Bantal yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat membuat posisi leher tidak ideal selama tidur.
Akibatnya, ketika bangun tidur leher bisa terasa kaku atau sakit.
4. Kurang Bergerak
Terlalu lama berada dalam satu posisi membuat otot tidak mendapatkan cukup variasi gerakan.
Karena itu, meskipun sedang bekerja, penting untuk mengambil jeda dan menggerakkan tubuh secara berkala.
Bagaimana Cara Mengurangi Leher Tegang?
Cobalah beberapa kebiasaan sederhana:
Lakukan Peregangan Ringan
Gerakkan leher secara perlahan ke kanan dan kiri. Anda juga dapat melakukan peregangan bahu dan punggung atas.
Hindari memutar atau menarik leher secara paksa.
Perbaiki Posisi Saat Bekerja
Pastikan layar berada pada posisi yang nyaman sehingga Anda tidak terus-menerus menundukkan kepala.
Usahakan punggung mendapatkan dukungan dan bahu tidak terus-menerus terangkat atau membungkuk.
Berikan Jeda dari Layar
Jangan duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam.
Berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan ringan di sela pekerjaan.
Kelola Stres
Jika ketegangan leher muncul ketika sedang banyak pikiran, cobalah aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks seperti berjalan santai, latihan pernapasan, meditasi, atau melakukan hobi.
Kapan Leher Tegang Harus Diperiksakan?
Jangan menganggap semua nyeri leher hanya disebabkan oleh stres.
Konsultasikan dengan dokter jika keluhan:
- Berlangsung terus-menerus.
- Semakin parah.
- Mengganggu aktivitas.
- Disertai kesemutan atau mati rasa pada tangan.
- Disertai kelemahan pada tangan atau kaki.
- Muncul setelah cedera.
- Disertai demam atau sakit kepala berat.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya.
Kesimpulan
Leher tegang memang bisa berkaitan dengan stres karena tubuh dapat merespons tekanan dengan meningkatkan ketegangan otot. Namun, posisi duduk yang buruk, terlalu lama menggunakan gadget, kurang bergerak, dan posisi tidur juga dapat menjadi penyebab.
Jika pekerjaan dan gadget tidak bisa dipisahkan dari keseharian, jangan lupa memberikan waktu bagi leher dan bahu untuk beristirahat.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








