Sourdough semakin populer sebagai pilihan roti, terutama di kalangan orang yang sedang mencoba menerapkan pola makan lebih sehat. Teksturnya yang khas dan rasa sedikit asam membuat sourdough berbeda dari roti tawar biasa.
Selain rasanya yang unik, sourdough juga sering dianggap lebih sehat karena dibuat melalui proses fermentasi.
Namun, apakah sourdough benar-benar lebih sehat daripada roti biasa?
Jawabannya tidak sesederhana itu. Sourdough memiliki beberapa karakteristik yang menarik dari sisi nutrisi, tetapi kualitas roti tetap bergantung pada bahan dan cara pembuatannya.
Apa Itu Sourdough?
Sourdough merupakan roti yang dibuat menggunakan starter fermentasi yang mengandung mikroorganisme seperti ragi dan bakteri asam laktat.
Proses fermentasi inilah yang menghasilkan rasa khas sourdough serta memengaruhi tekstur dan karakteristik adonannya.
Lama fermentasi dan jenis tepung yang digunakan dapat berbeda antarproduk sehingga kandungan gizinya pun tidak selalu sama.
Apa yang Membuat Sourdough Menarik?
Salah satu hal yang sering dibahas adalah proses fermentasinya.
Fermentasi dapat membantu memecah sebagian komponen dalam adonan dan dapat memengaruhi bagaimana tubuh mencerna makanan tersebut. Proses ini juga dapat meningkatkan karakteristik rasa dan tekstur roti.
Namun, hal tersebut tidak berarti semua sourdough otomatis lebih sehat.
Apakah Sourdough Lebih Baik untuk Pencernaan?
Sebagian orang merasa lebih nyaman mengonsumsi sourdough dibandingkan jenis roti tertentu. Proses fermentasi dapat mengubah sejumlah komponen dalam tepung dan pada kondisi tertentu dapat mengurangi sebagian fitat.
Namun, respons pencernaan setiap orang berbeda.
Sourdough juga bukan solusi untuk semua masalah pencernaan dan tidak boleh dianggap cocok untuk semua orang.
Bagaimana dengan Kandungan Serat?
Ini justru salah satu hal yang sangat penting ketika membandingkan sourdough.
Sourdough yang dibuat dari tepung gandum utuh dapat memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan sourdough yang dibuat dari tepung terigu olahan.
Jadi, jangan hanya melihat kata “sourdough”. Perhatikan juga jenis tepung yang digunakan.
Roti sourdough dari tepung gandum utuh dapat memberikan pilihan nutrisi yang berbeda dibandingkan sourdough putih.
Apakah Sourdough Lebih Rendah Kalori?
Tidak otomatis.
Jumlah kalori bergantung pada bahan dan ukuran porsinya. Sourdough tetap merupakan sumber karbohidrat dan dapat memberikan energi dalam jumlah yang cukup signifikan.
Menambahkan mentega, keju, selai, krim, atau topping lainnya juga dapat meningkatkan total kalori dalam satu porsi.
Jadi, mengonsumsi sourdough dalam jumlah besar tetap perlu diperhatikan.
Sourdough vs Roti Biasa, Mana yang Lebih Sehat?
Tidak ada jawaban yang berlaku untuk semua produk.
Jika dibandingkan berdasarkan jenis tepung, kandungan serat, gula tambahan, natrium, serta ukuran porsi, kualitas nutrisi satu produk sourdough bisa berbeda jauh dari produk lainnya.
Roti gandum utuh biasa yang kaya serat bisa saja menjadi pilihan yang lebih baik daripada sourdough yang dibuat dari tepung putih dan memiliki banyak bahan tambahan.
Karena itu, jangan memilih roti hanya berdasarkan namanya.
Tips Memilih Sourdough yang Lebih Sehat
Periksa daftar bahan dan pilih produk yang menggunakan tepung gandum utuh bila menginginkan kandungan serat yang lebih tinggi.
Perhatikan juga kandungan natrium, gula tambahan, dan ukuran sajian.
Jika membeli sourdough dari toko roti, Anda juga dapat menanyakan jenis tepung dan bahan yang digunakan.
Apakah Sourdough Cocok untuk Sarapan?
Bisa.
Sourdough dapat menjadi bagian dari sarapan yang seimbang jika dipadukan dengan bahan bergizi lainnya.
Misalnya, sourdough dapat dikombinasikan dengan telur dan sayuran, atau dengan sumber protein lain sesuai kebutuhan.
Dengan begitu, sarapan tidak hanya bergantung pada sumber karbohidrat.
Kesimpulan
Sourdough memiliki keunggulan dari proses fermentasinya, tetapi tidak otomatis lebih sehat daripada semua jenis roti biasa. Jenis tepung, kandungan serat, gula, natrium, bahan tambahan, dan ukuran porsi tetap menjadi faktor penting.
Jika ingin memilih roti yang lebih bergizi, jangan hanya mencari label “sourdough”. Periksa komposisinya dan utamakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi Anda.
Sourdough boleh menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan berarti semakin sering atau semakin banyak mengonsumsinya akan semakin sehat.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








