Sudah Seharian di Rumah, Kenapa Mata dan Tenggorokan Masih Perih?

Saat kabut asap muncul, berada di dalam rumah sering menjadi pilihan untuk mengurangi paparan. Namun, bagaimana jika sudah seharian di rumah tetapi mata masih terasa perih, tenggorokan gatal, kering, atau bahkan muncul batuk?

Kondisi tersebut bukan berarti aneh. Berada di dalam rumah memang dapat mengurangi paparan dibandingkan terus berada di luar, tetapi udara di dalam rumah tidak otomatis bebas dari asap. Partikel dari luar masih dapat masuk melalui celah bangunan, pintu, jendela, atau sistem ventilasi tertentu. EPA menjelaskan bahwa kadar PM2.5 di dalam rumah biasanya lebih rendah daripada di luar ketika terjadi episode asap, tetapi tetap dapat meningkat dibandingkan kondisi normal.

Selain itu, mata dan tenggorokan yang sebelumnya sudah terpapar asap juga dapat tetap terasa tidak nyaman setelah seseorang masuk ke rumah.

Kenapa Mata dan Tenggorokan Masih Perih?

Asap dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Keluhannya dapat berupa mata berair atau perih, tenggorokan terasa kasar, batuk, mengi, hingga kesulitan bernapas.

Beberapa faktor dapat membuat keluhan tetap terasa meskipun sudah berada di rumah.

1. Asap masih masuk ke dalam rumah

Menutup jendela memang membantu, tetapi tidak selalu membuat ruangan kedap dari udara luar. Kebocoran melalui celah pintu, jendela, atau sistem ventilasi dapat membuat sebagian partikel tetap masuk.

2. Tubuh masih merasakan efek paparan sebelumnya

Jika seseorang sudah berada di luar selama beberapa jam, iritasi akibat asap tidak selalu langsung hilang begitu sampai rumah.

Karena itu, tenggorokan atau mata bisa tetap terasa tidak nyaman walaupun paparan berikutnya sudah berkurang.

3. Ada sumber polusi lain di dalam rumah

Saat kabut asap terjadi, sebaiknya jangan menambah polusi dari dalam rumah.

Merokok, membakar lilin atau dupa, menggunakan perapian, atau memasak dengan suhu tinggi dapat meningkatkan jumlah partikel di dalam ruangan. EPA merekomendasikan membatasi aktivitas yang menambah partikulat indoor selama kondisi asap.

4. Udara ruangan terlalu kering

Selain asap, kondisi ruangan yang terlalu kering juga dapat membuat mata dan tenggorokan semakin tidak nyaman.

AC yang digunakan terus-menerus dapat membuat sebagian orang merasa lebih kering, sehingga sumber keluhan bisa merupakan gabungan antara kualitas udara dan kelembapan ruangan.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Ciptakan satu ruangan dengan udara yang lebih bersih

Tidak harus seluruh rumah menjadi sempurna. Pilih satu ruangan, misalnya kamar tidur, yang memiliki sedikit bukaan ke luar dan dapat ditutup dengan baik.

EPA menyarankan konsep cleaner-air room untuk mengurangi paparan ketika asap sulit dicegah sepenuhnya di seluruh rumah.

Gunakan air purifier bila tersedia

Portable air cleaner dapat membantu menangkap partikel halus di udara. Tempatkan alat di ruangan yang paling sering digunakan dan sesuaikan kapasitasnya dengan ukuran ruangan.

Gunakan AC dengan pengaturan yang sesuai

Jika sistem pendingin memungkinkan, gunakan mode recirculate agar udara dari luar tidak terus-menerus masuk ketika kondisi luar sedang berasap.

Kurangi sumber iritan di dalam rumah

Hindari merokok dan kegiatan pembakaran yang tidak diperlukan. Saat kualitas udara luar sedang buruk, menjaga udara dalam rumah agar tidak semakin tercemar menjadi semakin penting.

Bersihkan debu tanpa membuatnya beterbangan

Gunakan kain lembap atau metode pembersihan yang menangkap debu. Untuk vacuum cleaner, EPA menyarankan perangkat dengan HEPA filter bila tersedia.

Apakah Membuka Jendela Justru Membantu?

Tergantung kondisi udara luar.

Ketika asap sedang pekat, membuka jendela dapat memasukkan lebih banyak partikel. Namun, ketika kualitas udara membaik, membuka jendela atau menggunakan pemasukan udara segar dapat membantu mengganti udara di dalam rumah.

Jadi, jangan membuat aturan bahwa jendela harus selalu tertutup atau selalu terbuka. Keputusan sebaiknya mengikuti kondisi kualitas udara.

Bagaimana Jika Mata dan Tenggorokan Tetap Perih?

Perhatikan apakah keluhan berangsur membaik setelah paparan berkurang.

Jika hanya berupa mata perih atau tenggorokan tidak nyaman tanpa gejala berat, fokus utama adalah mengurangi paparan dan memperbaiki kualitas udara di sekitar.

Namun, bila muncul batuk yang semakin berat, mengi, sesak, atau kesulitan bernapas, keluhan tersebut perlu mendapat perhatian lebih serius karena merupakan gejala yang dapat muncul akibat paparan asap.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Anak-anak, lansia, orang dengan asma atau COPD, penyakit jantung, serta kelompok rentan lainnya perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara buruk.

Pada kelompok tersebut, jangan menunggu sampai gejala berat muncul untuk mulai mengurangi paparan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis bila muncul kesulitan bernapas, sesak berat, mengi yang memburuk, atau nyeri dada.

Jika keluhan mata dan tenggorokan berlangsung terus-menerus meskipun paparan sudah berkurang, konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk memastikan tidak ada penyebab lain.

Kesimpulan

Sudah seharian berada di rumah tetapi mata dan tenggorokan masih perih bukan berarti perlindungan di dalam rumah gagal. Sebagian asap masih dapat masuk ke dalam bangunan, sementara iritasi akibat paparan sebelumnya juga dapat bertahan.

Kurangi sumber asap dari luar, hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah, gunakan AC dengan mode yang sesuai, dan pertimbangkan air purifier atau cleaner-air room.

Yang paling penting, jangan hanya melihat apakah rumah terasa nyaman. Kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan.

Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami

WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *