Tidur malam seharusnya menjadi waktu tubuh beristirahat. Namun, ketika cuaca sedang panas dan udara di luar dipenuhi kabut asap, kamar bisa terasa pengap, panas, dan tidak nyaman. Akibatnya, tidur menjadi lebih sulit atau seseorang lebih sering terbangun.
Kondisi ini memang cukup masuk akal. Saat udara di luar berasap, pintu dan jendela biasanya perlu ditutup untuk mengurangi masuknya asap. Di sisi lain, menutup ruangan dalam kondisi panas dapat membuat suhu di dalam rumah meningkat.
EPA merekomendasikan tetap menutup pintu dan jendela saat kondisi asap buruk, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga ruangan tetap sejuk. Jika rumah tidak dapat dipertahankan tetap sejuk dengan bukaan tertutup, mencari tempat lain yang lebih sejuk dan memiliki udara lebih bersih dapat menjadi pilihan.
Kenapa Panas dan Kabut Asap Bisa Membuat Tidur Tidak Nyaman?
Ada dua faktor yang perlu diperhatikan.
1. Suhu kamar terlalu tinggi
Tubuh perlu berada dalam kondisi yang nyaman untuk tidur. Ketika kamar terlalu panas, seseorang dapat merasa gerah, berkeringat, dan lebih sulit mempertahankan tidur.
Masalah ini dapat menjadi lebih terasa ketika jendela harus ditutup karena kualitas udara luar sedang buruk.
2. Asap dapat mengganggu kenyamanan pernapasan
Asap dapat mengiritasi mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Batuk, tenggorokan terasa kasar, atau hidung tidak nyaman dapat membuat seseorang lebih sulit beristirahat.
Jadi, sulit tidur dalam kondisi ini tidak selalu semata-mata karena panas. Rasa tidak nyaman akibat udara berasap juga dapat berperan.
Bagaimana Membuat Kamar Lebih Nyaman?
1. Tutup jendela saat asap sedang pekat
Ketika kualitas udara luar buruk, menutup pintu dan jendela dapat membantu mengurangi masuknya partikel asap ke dalam rumah.
Namun, jangan berhenti pada langkah ini saja. Suhu kamar juga perlu dikendalikan.
2. Gunakan AC dengan mode recirculate
Jika AC memiliki pengaturan recirculate, gunakan mode tersebut ketika udara luar sedang berasap. Pengaturan ini membantu mengurangi masuknya udara dari luar.
Pastikan filter AC dirawat sesuai petunjuk agar sistem dapat bekerja dengan baik.
3. Gunakan kipas dengan tepat
Kipas dapat membantu membuat tubuh terasa lebih nyaman dengan menggerakkan udara, tetapi kipas bukan alat penyaring asap.
Karena itu, jangan mengandalkan kipas untuk menghilangkan partikel polusi. EPA menyarankan penggunaan pendingin sekaligus penyaringan udara yang sesuai saat kondisi asap berlangsung.
4. Kurangi panas yang masuk dari jendela
Pada siang hari, tutup tirai, blinds, atau penutup jendela untuk mengurangi panas matahari yang masuk.
EPA juga merekomendasikan menutup penutup jendela pada siang hari sebelum ruangan menjadi terlalu panas.
5. Gunakan air purifier bila tersedia
Portable air cleaner dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan.
Tempatkan alat di kamar atau ruangan yang paling sering digunakan dan pilih kapasitas yang sesuai dengan ukuran ruangan. EPA merekomendasikan cleaner-air room sebagai salah satu strategi mengurangi paparan asap di dalam rumah.
6. Jangan menambah polusi di kamar
Ketika udara luar sudah buruk, hindari menambah sumber polusi dari dalam rumah.
Jangan merokok atau vaping di kamar. Hindari juga membakar lilin, dupa, atau menggunakan aerosol secara berlebihan. EPA memasukkan aktivitas tersebut sebagai sumber partikel tambahan di dalam ruangan.
7. Manfaatkan waktu ketika kualitas udara membaik
Kualitas udara dapat berubah sepanjang hari. Ketika udara luar membaik, meskipun hanya sementara, rumah dapat diberi udara segar untuk mengurangi udara pengap yang terperangkap di dalam.
Setelah kondisi udara kembali buruk, pintu dan jendela dapat ditutup kembali.
Bagaimana Kalau Tidak Punya AC?
Situasinya memang lebih sulit.
EPA menyarankan bahwa jika seseorang tidak memiliki AC dan rumah menjadi terlalu panas ketika jendela tertutup, jendela dapat dibuka ketika udara luar berada pada kondisi yang lebih baik untuk membantu mendinginkan ruangan. Setelah suhu di dalam lebih nyaman, jendela kembali ditutup ketika kualitas udara memburuk.
Bila rumah tetap terlalu panas dan kualitas udara juga buruk sehingga sulit menciptakan lingkungan yang nyaman, pertimbangkan pindah sementara ke tempat dengan udara yang lebih bersih dan suhu yang lebih sejuk.
Perlukah Memaksakan Tidur Saat Kamar Sangat Panas?
Tidak.
Ketika tubuh merasa sangat panas, jangan hanya berusaha “bertahan” sampai tertidur. Kondisi panas yang berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan akibat panas, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
Prioritaskan menciptakan lingkungan yang lebih sejuk sekaligus mengurangi paparan asap.
Kapan Sulit Tidur Perlu Diperhatikan?
Jika sulit tidur hanya terjadi selama kondisi panas dan kabut asap, perhatikan apakah tidur kembali membaik ketika kondisi lingkungan sudah lebih nyaman.
Namun, bila gangguan tidur terus berlangsung setelah kualitas udara dan suhu kembali normal, mungkin ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti stres, kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, konsumsi kafein, atau gangguan tidur lainnya.
Jika gangguan tidur berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Jangan Abaikan Gejala Pernapasan
Sulit tidur yang disebabkan kamar panas tentu berbeda dengan sulit tidur karena seseorang mengalami gangguan pernapasan.
Jika batuk semakin berat, muncul mengi, sesak, kesulitan bernapas, atau nyeri dada, jangan hanya mencoba memperbaiki suasana kamar. Paparan asap dapat memicu atau memperburuk gangguan pernapasan pada sebagian orang.
Gejala berat membutuhkan perhatian medis.
Kesimpulan
Sulit tidur saat rumah panas dan udara berasap dapat terjadi karena dua masalah sekaligus: suhu kamar yang tidak nyaman dan paparan asap yang dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Solusinya bukan sekadar membuka jendela atau menyalakan kipas. Ketika asap sedang pekat, tutup pintu dan jendela, gunakan AC dengan mode recirculate bila tersedia, kurangi panas matahari yang masuk, dan pertimbangkan air purifier untuk membantu menyaring partikel.
Jika rumah tidak dapat dijaga tetap sejuk dan memiliki udara yang cukup bersih, mencari tempat alternatif yang lebih nyaman dapat menjadi pilihan.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








