Tenggorokan terasa kering, kasar, atau seperti terbakar saat kabut asap muncul? Keluhan ini bisa terasa semakin mengganggu ketika cuaca juga sedang panas.
Ada dua hal yang perlu diperhatikan. Udara panas dapat membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan, sedangkan asap dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan. EPA menyebut iritasi mata, hidung, dan tenggorokan sebagai salah satu efek yang dapat muncul akibat paparan asap.
Karena itu, tenggorokan kering tidak selalu berarti Anda hanya kurang minum.
Kenapa Tenggorokan Bisa Terasa Kering?
1. Paparan asap
Partikel dan zat yang terdapat dalam asap dapat mengiritasi saluran pernapasan.
Akibatnya, tenggorokan bisa terasa kasar, gatal, kering, atau memicu batuk.
2. Cuaca panas
Saat tubuh menghadapi suhu tinggi, tubuh mengeluarkan keringat untuk membantu mendinginkan diri.
Jika cairan yang hilang tidak digantikan dengan cukup, mulut dan tenggorokan dapat terasa kering. CDC menyarankan menjaga hidrasi pada hari panas dan memperhatikan tanda-tanda gangguan akibat panas.
3. Lebih sering bernapas melalui mulut
Ketika hidung terasa teriritasi atau tersumbat, seseorang mungkin lebih sering bernapas melalui mulut.
Kondisi tersebut dapat membuat mulut dan tenggorokan terasa lebih kering.
4. Berada di lingkungan yang panas terlalu lama
Semakin lama berada di lingkungan panas, semakin besar beban yang diterima tubuh.
Jika ditambah paparan asap, rasa tidak nyaman dapat menjadi lebih terasa. EPA menyebut kombinasi panas dan asap perlu mendapat perhatian karena dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih besar.
Bagaimana Cara Meredakannya?
Minum air secara teratur
Air dapat membantu menjaga hidrasi dan membuat tenggorokan terasa lebih nyaman ketika masalahnya berkaitan dengan kekurangan cairan.
Namun, jangan menganggap minum air sebagai cara untuk menghilangkan partikel asap yang telah terhirup.
Kurangi paparan asap
Ini merupakan langkah yang lebih penting.
Ketika kondisi udara buruk, batasi waktu di luar dan kurangi aktivitas fisik. EPA merekomendasikan mengurangi durasi serta tingkat aktivitas di luar saat kadar asap tinggi.
Cari tempat dengan udara lebih bersih
Masuk ke ruangan yang memiliki kualitas udara lebih baik dapat membantu mengurangi paparan lanjutan.
Jika berada di rumah, pintu dan jendela dapat ditutup ketika asap sedang pekat, sambil tetap memastikan ruangan tidak menjadi terlalu panas.
Gunakan AC atau sistem pendingin yang tepat
Pada kondisi panas, ruangan perlu tetap sejuk. EPA menekankan bahwa pengendalian panas juga penting selama episode asap karena menutup jendela terlalu lama tanpa pendinginan dapat meningkatkan risiko panas.
Hindari sumber iritasi tambahan
Jangan menambah asap di dalam rumah dengan merokok, membakar sesuatu, atau menggunakan sumber pembakaran yang tidak diperlukan.
AirNow juga menyarankan menghindari aktivitas di dalam rumah yang menambah partikel ketika kondisi asap sedang buruk.
Apakah Minuman Hangat Bisa Membantu?
Minuman yang nyaman bagi tenggorokan dapat membantu seseorang merasa lebih nyaman, terutama jika tenggorokan kering.
Namun, manfaat utamanya adalah kenyamanan dan asupan cairan. Tidak ada minuman tertentu yang dapat “membersihkan” paru-paru dari partikel asap.
Karena itu, tetap prioritaskan pengurangan paparan.
Bagaimana Jika Tenggorokan Kering Tidak Hilang?
Perhatikan apakah keluhan berkurang setelah berpindah ke udara yang lebih bersih dan tubuh mendapatkan cukup cairan.
Jika tenggorokan tetap sangat kering atau nyeri meskipun paparan sudah berkurang, penyebab lain seperti infeksi, alergi, udara yang terlalu kering, atau kondisi kesehatan tertentu juga perlu dipertimbangkan.
Kapan Harus ke Dokter?
Tenggorokan kering ringan umumnya dapat dipantau. Namun, segera cari pertolongan bila muncul:
- sesak napas,
- mengi,
- kesulitan bernapas,
- nyeri dada,
- sulit menelan,
- atau kondisi tubuh semakin memburuk.
Paparan asap dapat menimbulkan gejala pernapasan yang lebih serius pada sebagian orang.
Orang dengan asma, penyakit paru, penyakit jantung, serta kelompok rentan lainnya juga perlu lebih berhati-hati terhadap kombinasi panas dan asap.
Jangan Sampai Salah Mengartikan Tenggorokan Kering
Tenggorokan kering saat kabut asap dapat berasal dari lebih dari satu faktor.
Jika udara panas menyebabkan tubuh kehilangan cairan, minum dapat membantu. Namun, jika penyebab utamanya adalah iritasi asap, mengurangi paparan menjadi langkah yang lebih penting.
Dalam banyak kasus, keduanya dapat terjadi bersamaan.
Kesimpulan
Tenggorokan kering di tengah kabut asap dan cuaca panas dapat dipengaruhi oleh iritasi asap, kehilangan cairan akibat panas, atau kebiasaan bernapas melalui mulut.
Untuk membantu meredakannya, cukupkan cairan, kurangi waktu berada di luar, cari udara yang lebih bersih, jaga ruangan tetap sejuk, dan hindari sumber asap tambahan di dalam rumah.
Jika tenggorokan kering disertai sesak, mengi, nyeri dada, atau kesulitan bernapas, jangan menganggapnya sebagai keluhan ringan. Segera cari pertolongan medis.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








