Saat kabut asap mulai muncul, sebagian orang mungkin tiba-tiba lebih sering bersin. Hidung terasa gatal, berair, atau tersumbat, bahkan ketika sebelumnya tidak mengalami keluhan tersebut.
Hal ini cukup masuk akal karena hidung merupakan salah satu bagian tubuh pertama yang berhadapan dengan udara luar.
Namun, apakah sering bersin saat kabut asap pasti disebabkan oleh polusi?
Belum tentu. Polusi udara memang dapat mengiritasi hidung, tetapi alergi, infeksi, dan faktor lain juga dapat menyebabkan bersin.
Bagaimana Polusi Bisa Memicu Bersin?
Partikel dan zat iritan dalam udara tercemar dapat masuk ke rongga hidung ketika seseorang bernapas.
Hidung memiliki mekanisme pertahanan untuk menangkap dan mengeluarkan benda asing. Salah satunya adalah refleks bersin.
Ketika saluran hidung mengalami iritasi, saraf di dalamnya dapat memicu bersin untuk membantu mengeluarkan iritan.
Apakah Polusi Bisa Membuat Hidung Berair?
Bisa.
Selain bersin, iritasi akibat udara tercemar dapat menyebabkan hidung berair, gatal, atau terasa tersumbat.
Pada sebagian orang, keluhan dapat menjadi lebih terasa ketika berada di luar ruangan atau di area dengan paparan asap lebih tinggi.
Tapi Bersin Tidak Selalu Berarti Polusi
Bersin juga merupakan gejala yang sangat umum pada kondisi lain.
Alergi
Debu, tungau, serbuk sari, atau alergen lainnya dapat menyebabkan bersin berulang, hidung berair, dan mata gatal.
Infeksi Saluran Pernapasan
Pilek atau infeksi virus juga dapat menyebabkan bersin, terutama jika disertai sakit tenggorokan, batuk, atau demam.
Perubahan Suhu
Perubahan suhu yang tiba-tiba, udara dingin, atau udara yang terlalu kering dapat memicu bersin pada sebagian orang.
Karena itu, penting memperhatikan gejala lain yang menyertai.
Bagaimana Mengetahui Kemungkinan Hubungannya dengan Kabut Asap?
Perhatikan pola gejalanya.
Jika bersin muncul atau semakin berat ketika berada di luar saat kabut asap dan berkurang ketika berada di tempat dengan udara lebih bersih, iritasi akibat polusi dapat menjadi salah satu kemungkinan.
Namun, pola tersebut saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kurangi Paparan
Jika kualitas udara sedang buruk, batasi aktivitas di luar.
Jika tidak ada kebutuhan mendesak, tetap berada di dalam ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik.
Gunakan Perlindungan yang Sesuai
Jika harus keluar ketika konsentrasi partikel tinggi, respirator seperti N95 yang terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel.
Namun, perlindungan tersebut bukan berarti seseorang aman untuk terus berada di luar dalam waktu lama.
Jangan Menggosok Hidung Terus-Menerus
Menggosok hidung karena terasa gatal dapat membuat kulit dan jaringan hidung semakin teriritasi.
Cuci tangan sebelum menyentuh wajah dan gunakan tisu dengan lembut jika perlu membersihkan hidung.
Jaga Udara di Dalam Rumah
Saat polusi luar sedang tinggi, tutup pintu dan jendela. Jika tersedia, gunakan penyaring udara yang sesuai.
Hindari merokok atau menghasilkan asap di dalam rumah karena dapat memperburuk iritasi.
Cukupi Cairan
Minum cukup air dapat membantu menjaga kelembapan tubuh, meskipun hidrasi bukan pengganti langkah untuk mengurangi paparan polusi.
Apakah Perlu Minum Obat Anti-Alergi?
Tidak semua bersin akibat kabut asap membutuhkan obat alergi.
Jika penyebabnya tidak jelas, sebaiknya tidak langsung mengonsumsi obat tertentu hanya berdasarkan gejala. Terutama jika bersin disertai keluhan lain seperti sesak napas atau demam, penyebab perlu dievaluasi.
Kapan Harus Diperiksa?
Bersin perlu diperhatikan jika berlangsung terus-menerus, sangat mengganggu aktivitas, atau disertai:
- Demam.
- Sesak napas.
- Mengi.
- Nyeri wajah yang berat.
- Hidung tersumbat berkepanjangan.
- Keluar darah dari hidung secara berulang.
Jika sulit bernapas atau gejala memburuk dengan cepat, segera cari pertolongan medis.
Kesimpulan
Sering bersin saat kabut asap dapat terjadi karena partikel dan zat iritan di udara mengganggu lapisan hidung. Namun, bersin juga dapat disebabkan oleh alergi, infeksi, udara kering, dan berbagai faktor lainnya.
Untuk mengurangi keluhan, batasi paparan saat kualitas udara buruk, jaga udara di dalam rumah, dan gunakan perlindungan pernapasan yang sesuai bila harus keluar.
Jika bersin berlangsung lama atau disertai sesak napas, demam, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya jangan menganggapnya hanya sebagai efek kabut asap dan lakukan pemeriksaan.
Untuk info lebih lanjut, anda bisa menghubungi kami
WhatsApp: 085664952686
Website: klikmedika.id
Instagram: @klikmedika








