-

Data Kunjungan di RME Bisa Membantu Klinik Memahami Pola Kedatangan Pasien?
Dalam operasional klinik, jumlah pasien yang datang setiap hari bisa berbeda-beda. Ada hari ketika ruang tunggu relatif sepi, tetapi ada pula waktu ketika pasien datang hampir bersamaan sehingga antrean menjadi panjang. Jika kondisi ini terus terjadi, pengelola klinik mungkin bertanya-tanya: kapan sebenarnya pasien paling banyak datang, layanan apa yang paling sering dibutuhkan, dan apakah jumlah…
-

Riwayat Alergi di RME, Mengapa Informasi Ini Tidak Boleh Terlewat?
Saat pasien datang ke klinik, tenaga kesehatan biasanya menanyakan keluhan, riwayat penyakit, dan obat yang sedang digunakan. Namun, ada satu informasi yang tidak boleh luput dari perhatian, yaitu riwayat alergi. Sebagian pasien mungkin memiliki alergi terhadap obat tertentu, makanan, atau zat lain. Informasi tersebut perlu diketahui karena dapat memengaruhi pertimbangan tenaga kesehatan ketika menentukan pemeriksaan…
-

RME dan Persetujuan Tindakan Medis: Bagaimana Klinik Mendokumentasikannya?
Dalam pelayanan kesehatan, pasien berhak mendapatkan penjelasan sebelum menjalani tindakan medis. Setelah memahami informasi yang diberikan, pasien dapat memberikan persetujuan atau menolak tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses ini dikenal sebagai informed consent atau persetujuan tindakan pelayanan kesehatan. Selain melakukan komunikasi dengan pasien, klinik juga perlu memastikan proses persetujuan tersebut terdokumentasi dengan baik. Ketika klinik…
-

Bagaimana Klinik Melakukan Audit Internal terhadap Penggunaan RME?
Menggunakan Rekam Medis Elektronik (RME) bukan berarti pekerjaan pengelolaan rekam medis selesai setelah sistem berhasil diterapkan. Klinik tetap perlu memastikan bahwa data yang dicatat lengkap, dokumentasi dilakukan sesuai prosedur, hak akses dikelola dengan benar, dan sistem digunakan sebagaimana mestinya. Untuk menilai hal tersebut, klinik perlu melakukan evaluasi terhadap penggunaan RME secara berkala. Salah satu langkah…
-

Apakah Semua Catatan RME Harus Dilengkapi dengan Tanda Tangan Elektronik?
Dalam penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME), dokter dan tenaga kesehatan tidak hanya perlu mencatat hasil pemeriksaan, diagnosis, serta pengobatan pasien. Dokumentasi tersebut juga harus dapat dikaitkan dengan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan. Karena itu, tanda tangan menjadi salah satu hal penting dalam pengelolaan rekam medis. Namun, ketika proses pencatatan dilakukan secara digital, muncul pertanyaan: apakah…
-

Apa Bedanya RME dengan Sistem Informasi Manajemen Klinik?
Klinik yang mulai melakukan digitalisasi sering menemukan dua istilah, yaitu Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Manajemen Klinik (SIM Klinik). Keduanya sama-sama berkaitan dengan penggunaan teknologi untuk mendukung operasional fasilitas kesehatan. Namun, fungsi dan cakupannya tidak selalu sama. RME berfokus pada pengelolaan rekam medis pasien secara elektronik, sedangkan SIM Klinik umumnya mencakup pengelolaan operasional…
-

Mengapa Klinik Membutuhkan SOP Khusus untuk Koreksi Data RME?
Kesalahan input data bisa terjadi di klinik mana pun. Petugas mungkin salah mengetik identitas pasien, dokter dapat menemukan kekeliruan dalam dokumentasi, atau ada informasi yang tidak sengaja dimasukkan ke bagian yang keliru. Dalam sistem Rekam Medis Elektronik (RME), kesalahan seperti ini tidak boleh diperbaiki secara sembarangan. Data yang tersimpan berkaitan dengan riwayat pelayanan pasien sehingga…
-

Apa Risiko Jika Klinik Tidak Memiliki Penanggung Jawab Pengelolaan RME?
Penggunaan Rekam Medis Elektronik (RME) tidak berhenti setelah sistem berhasil dipasang dan digunakan oleh dokter maupun staf. Dalam operasional sehari-hari, selalu ada hal yang perlu dipantau: kelengkapan dokumentasi, pengaturan akun, kualitas data, backup, pembaruan sistem, hingga penanganan gangguan. Namun, siapa yang memastikan semua hal tersebut berjalan dengan baik? Apabila klinik tidak memiliki penanggung jawab pengelolaan…







