-

Kabut Asap Tidak Terlihat Pekat, Tapi Kenapa Tubuh Tetap Bereaksi?
Ketika kabut asap tidak terlihat terlalu tebal, sebagian orang mungkin merasa udara sudah cukup aman. Padahal, apa yang terlihat oleh mata tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi polusi di udara. Partikel halus seperti PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga sebagian di antaranya tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Partikel tersebut dapat terhirup hingga bagian dalam paru-paru dan…
-

Naik Transportasi Umum Saat Kabut Asap, Bagaimana Mengurangi Paparan?
Ketika kabut asap melanda, tidak semua orang bisa tinggal di rumah. Pelajar, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat umum tetap harus bepergian menggunakan bus, kereta, angkot, atau moda transportasi umum lainnya. Masalahnya, perjalanan dengan transportasi umum sering melibatkan aktivitas di luar kendaraan: berjalan menuju halte, menunggu, berpindah kendaraan, atau berdiri di area terbuka. Karena itu, mengurangi paparan…
-

Kapan Pekerja Lapangan Harus Beristirahat Ketika Kabut Asap dan Cuaca Panas?
Bekerja di luar ruangan saat cuaca panas saja sudah membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi tubuh. Ketika pada saat yang sama udara dipenuhi kabut asap, tantangannya menjadi lebih besar. Pekerja lapangan dapat menghadapi dua jenis paparan sekaligus: panas dan polusi dari asap. Karena itu, istirahat tidak sebaiknya menunggu sampai tubuh benar-benar tidak kuat bekerja. CDC menyebut…
-

Menyemprot Pewangi Ruangan Saat Kabut Asap, Apakah Bisa Membuat Udara Makin Tidak Nyaman?
Saat kabut asap berada di luar rumah, banyak orang berusaha membuat ruangan terasa lebih nyaman. Salah satu caranya adalah menyemprotkan pewangi ruangan agar bau asap yang masuk tidak terlalu terasa. Namun, apakah langkah ini benar-benar membantu? Belum tentu. Pewangi ruangan tidak menghilangkan partikel kabut asap dari udara. Bahkan, produk pewangi dan pengharum tertentu dapat menjadi…
-

Bagaimana RME Membantu Pasien yang Sering Berobat dengan Keluhan Berulang?
Ada pasien yang hanya datang ke klinik sesekali. Namun, ada juga yang harus berobat berkali-kali karena keluhan yang sama atau kondisi yang membutuhkan pemantauan rutin. Contohnya, pasien yang berulang kali datang dengan keluhan nyeri, gangguan pencernaan, masalah pernapasan, atau kondisi kronis tertentu. Dalam situasi seperti ini, riwayat kunjungan menjadi sangat penting. Dokter tidak hanya perlu…
-

Bagaimana RME Membantu Dokter Menjaga Konsistensi Dokumentasi Pasien?
Dokumentasi pasien merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Setiap kunjungan dapat menghasilkan informasi baru, mulai dari keluhan, hasil pemeriksaan, diagnosis, obat, hingga rencana perawatan. Masalahnya, ketika pencatatan masih dilakukan secara manual atau tanpa standar yang jelas, cara dokumentasi dapat berbeda antara satu kunjungan dan kunjungan berikutnya. Ada catatan yang lengkap, ada yang singkat, bahkan istilah…
-

RME dan Kesinambungan Pelayanan: Mengapa Riwayat Pasien Begitu Penting?
Pasien tidak selalu berobat hanya satu kali. Ada pasien yang datang kembali karena keluhan yang sama, melakukan kontrol berkala, berpindah dokter, mendapatkan pemeriksaan lanjutan, atau harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Dalam situasi seperti ini, riwayat pelayanan sebelumnya menjadi sangat penting. Dokter perlu mengetahui informasi yang relevan tentang kondisi pasien, pemeriksaan sebelumnya, diagnosis, terapi, alergi,…
-

RME Sudah Terpasang, Tapi Manfaatnya Tidak Terasa. Apa Penyebabnya?
Klinik sudah menggunakan Rekam Medis Elektronik. Komputer dan sistem sudah tersedia, tenaga kesehatan sudah memiliki akun, tetapi setelah beberapa waktu muncul pertanyaan: “Kenapa pekerjaan masih terasa sama saja?” Dokumen mungkin sudah tidak sebanyak dulu, tetapi pencatatan terasa rumit. Dokter masih membutuhkan waktu lama untuk mencari informasi. Staf masih melakukan pencatatan manual. Bahkan, sebagian proses masih…







